Rabu, 28 Oktober 2020

INTERNASIONAL

Diam-Diam, AS Usir Dua Diplomat China Karena Dugaan Spionase

news24xx


Diam-Diam, AS Usir Dua Diplomat China Karena Dugaan Spionase Diam-Diam, AS Usir Dua Diplomat China Karena Dugaan Spionase

RIAU1.COM - Secara diam-diam AS dilaporkan mengusir dua pejabat Kedutaan Besar (Kedubes) China. Pengusiran tersebut diduga atas kasus spionase, setelah keduanya kedapatan menyusup ke pangkalan militer sensitif milik AS di Virginia.

Dilansir dari surat kabar terkemuka AS, The New York Times (NYT), Senin 16 Desember 2019, dua diplomat China itu diusir diam-diam pada September lalu. Pengusiran ini menjadi yang pertama dalam 30 tahun terakhir saat AS mengusir diplomat AS atas kecurigaan spionase. Setidaknya salah satu diplomat China, sebut NYT, diyakini merupakan agen intelijen yang menyamar.

Insiden pengusiran ini terjadi saat AS dan China, dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia, terlibat perang dagang. 

NYT menyebutkan bahwa kedua diplomat China itu -- masing-masing didampingi istri-istri mereka -- berkendara ke pos pemeriksaan di pintu masuk sebuah instalasi militer sensitif di dekat Norfolk, Virginia. Terdapat markas pasukan operasi khusus di instalasi militer tersebut.

Para penjaga instalasi militer itu mencegat dua diplomat itu karena mereka tidak memiliki izin untuk masuk dan mengarahkan mereka untuk masuk ke pintu gerbang dan berbalik arah menuju pintu keluar kompleks militer AS tersebut.

Namun, kedua diplomat itu masuk lebih dalam ke kompleks militer itu, bahkan menghindari personel militer yang mengejar mereka. Kedua diplomat China itu terus dikejar hingga akhirnya terpaksa berhenti setelah dicegat oleh truk pemadam kebakaran yang menghalangi jalur mereka.

Laporan NYT menyebut kedua diplomat China itu berdalih tidak memahami instruksi yang diberikan, namun para personel militer AS di kompleks itu tidak mempercayai dalih tersebut.

Motif dari aksi penyusupan kedua diplomat China itu tidak diketahui pasti. Namun otoritas China meyakini bahwa kedua diplomat China itu berniat menguji langkah keamanan di pangkalan militer tersebut.

Belum ada tanggapan dari Departemen Luar Negeri AS terkait laporan NYT ini.

 

 

 

R1/DEVI