Selasa, 07 Desember 2021

KEPULAUAN-RIAU

Kabar Siswa SMA di Batam Meninggal Usai Divaksin, Kadis Beri Penjelasan

news24xx


Ilustrasi/Net Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi membantah adanya informasi meninggalnya pelajar salah satu sekolah menengah atas (SMA) usai menerima vaksin.



BACA JUGA : Dini Hari Ponton Pelabuhan Tanjung Maqom Karimun Ambruk

Didi menyebutkan, dari hasil pemeriksaan, diketahui pelajar berinisial F sempat mengalami sesak napas, akibat asma yang dideritanya.

"Intinya bukan karena vaksin yang diterima oleh F (menyebut nama lenggkap,red). Dan memang sebelum menerima vaksin, almarhum juga telah melampirkan surat keterangan tentang kondisinya,” jelas Didi.

Didi seperti dimuat Batampos.co.id menjelaskan, sebelum beredar informasi ini, pihaknya mengaku tidak ada menerima laporan terkait KIPI di kalangan pelajar.

Ia juga menyebutkan rentan waktu pelaksanaan vaksin yang diterima juga cukup jauh.

”Kalau tidak salah sudah dua Minggu pasca vaksin. Kalau gejala vaksin tentu ada seperti pusing, dan demam. Namun untuk kasus yang ini kami tidak menerima laporan, dan bisa dipastikan bukan
karena KIPI meninggalnya,” ujarnya.

Sebelumnya, terkait kondisi almarhum, Didi mengatakan yang bersangkutan memang memiliki riwayat penyakit asma.

Ketika pelaksanaan vaksin juga dilampirkan surat kesehatannya.

”Informasinya meninggal di kediaman. Dan saat mengalami gejala parah, almarhum juga diketahui tidak dibawa oleh keluarga, guna mendapat penanganan lebih lanjut oleh tim medis,” kata Didi.

Selain itu, salah satu faktor utama penyebab kematian F bukan dikarenakan vaksinasi, adalah rentang waktu yang cukup lama, dan tidak adanya laporan dari pihak keluarga kepada pihak penyelenggara.

”Di kartu kan juga ada kontak dokter dan penyelenggara vaksinasi yang diikuti almarhum. Tapi hingga lebih dari dua minggu, almarhum Faiz memang tidak menunjukkan gejala apapun,” tuturnya.

Sebelumnya, seorang pelajar SMA Negeri 4 Batam, MF (17) dikabarkan meninggal setelah menerima vaksin bagi pelajar, yang diikutinya pada Minggu (29/8/2021) lalu di Batam Center, yang
dilaksanakan oleh sebuah asosiasi.

Ibu MF, Delmi Afriyusnita,43, langsung membantah kabar tersebut, dan menyebutkan bahwa anaknya meninggal akibat penyakit asma yang dideritanya.



BACA JUGA : Mengidap Hipertensi, Sebagian Warga Pulau Kecil Bintan Gagal Disuntik Vaksin Covid-19

”F (menyebut nama lengkap,red) anak saya memang sudah mengidap penyakit itu sejak kecil. Dan pada Senin subuh kemarin, F memangalami sesak akibat asma-nya,” tuturnya.*