Kamis, 05 Desember 2019

KRIMINAL

Kena Batunya! Remaja Ini Tabrakan usai Menjambret di Jl Kereta Api Pekanbaru, Begini Jadinya

news24xx


Pelaku usai diamankan di kantor polisi Pelaku usai diamankan di kantor polisi

RIAU1.COM -Seorang remaja berusia 17 tahun berinisial FK, mendapat ganjaran setelah melancarkan aksi penjambretan di Jalan Kereta Api, Kota Pekanbaru - Riau pada Sabtu 15 Juni 2019 sore kemarin.

Aksi penjambretan yang dilakukan FK bersama temannya RN pun berujung penjara, setelah FK ditangkap sesaat usai menjambret. Sementara RN tengah diburu aparat berwajib dan berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang).

Penjambretan oleh dua remaja itu gagal, setelah korbannya bernama Dewi berteriak dan nekat mengejar sepeda motor kedua pelaku. Ketika itu FK dan RN sempat berhasil merampas gelang emas Dewi, yang sedang berkendara dengan sepeda motornya.



BACA JUGA : Polres Bengkalis Olah TKP Ulang Karhutla di Bantan, Ini Fakta yang Ditemukan

"Korban awalnya diikuti dari belakang, lalu kedua pelaku menyisip dari kiri dan kemudian mengambil gelang emas di tangan kiri korban," ungkap Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia Dianda pada Minggu 16 Juni 2019 siang.

Dewi sempat mengejar sepeda motor kedua pelaku sambil berteriak maling. Sekitar 100 meter, motor yang dipakai FK dan RN bertabrakan dengan sepeda motor lainnya, dan mereka pun tersungkur ke aspal.

"Di persimpangan Jalan Cendrawasih sepeda motor yang dipakai pelaku menabrak sepeda motor lain, sehingga sepeda motor korban yang mengejar di belakang juga menabrak sepeda motor pelaku hingga pelaku dan korban sama-sama terjatuh," urainya.



BACA JUGA : Misteri Hakim Dibunuh Dibuang ke Jurang, Polda Sumut Sudah Periksa 18 Orang

Saat itu warga sekitar pun langsung bereaksi dan menolong korban. FK berhasil diamankan sementara RN sukses melarikan diri dan kini sedang diburu keberadaannya. Sedangkan Dewi dibawa ke rumah sakit karena terluka usai terjatuh.

Kata kepolisian, Dewi mengalami luka di bagian mata kaki hingga sampai di tulang kering. "Terdapat luka gores yang cukup parah," singkat Ipda Budhia Dianda.