Senin, 09 Desember 2019

PEKANBARU

Gubernur Riau Dukung Kebutuhan Pemko Pekanbaru Atasi Banjir Kiriman dari Sungai Bintungan Kampar

news24xx


Banjir melanda Kecamatan Tampan pada 12 Juni 2019 lalu akibat didera hujan deras selama sejak dini hari. Banjir melanda Kecamatan Tampan pada 12 Juni 2019 lalu akibat didera hujan deras selama sejak dini hari.

RIAU1.COM -Gubernur Riau Syamsuar mendukung kebutuhan Pemko Pekanbaru dalam mengatasi banjir. Dukungan itu dalam bentuk pengerahan alat berat guna normalisasi Sungai Bintungan di Desa Tarai Bangun, Kabupaten Kampar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Senin (17/6/2019), mengatakan, ia sudah rapat dengan Kepala Dinas PUPR Riau Dadang berkaitan dengan banjir yang melanda Kecamatan Tampan pada 12 Juni lalu. Disampaikan bahwa gubernur Riau akan mendukung apapun kebutuhan Pemko Pekanbaru dalam mengatasi banjir. 

"Di Kecamatan Tampan yang paling bermasalah adalah sungainya. Kami selalu menormalisasi sungai di kawasan perkotaan," ungkapnya.

Aliran sungai yang melewati perkotaan adalah Sungai Bintungan yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Kampar. Untuk normalisasi Sungai Bintungan itu, kewenangannya ada di Kabupaten Kampar. 

"Pasca rapat dengan kadis PUPR Provinsi Riau pada 13 Juli, saya berkoordinasi dengan Kadis PUPR Kampar agar mereka melakukan normalisasi sungai di sana. Hasil koordinasi itu, mereka berjanji akan segera mensurvei dan nanti melaporkan hasil survei itu ke kami," sebut Indra Pomi.



BACA JUGA : Sempat Di Tanjung Pinang, Ini Cerita Pekanbaru Jadi Ibu Kota Riau

Hasil survei Sungai Bintungan oleh Dinas PUPR Kampar itu dikoordinasikan dengan Pemprov Riau. Diharapkan, pengiriman alat berat ke Sungai Bintungan yang berada di perbatasan Kampar dan Pekanbaru itu dapat disanggupi Pemprov Riau.

"Kalau Sungai Bintungan itu sudah normal, mudah-mudahan banjir yang terjadi di Kecamatan Tampan sudah mulai berkurang. Banjir sering melanda Jalan Suka Karya di kecamatan itu," harap Indra Pomi.

Bila Sungai Bintungan yang berasa di perbatasan Kampar-Pekanbaru sudah dinormalisasi, maka Jalan Suka Karya bisa direnovasi dan jalan itu dilapis ulang dengan aspal.

"Kemudian, paritnya kami bersihkan. Mudah-mudahan di atas parit bisa dibangun trotoar," tutur Indra Pomi.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah wilayah di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau, terendam banjir, Rabu (12/6/2019). Wilayah yang paling parah di beberapa titik Jalan Soebrantas dan Jalan Garuda Sakti.

Warni, salah seorang warga Tampan, mengatakan, hujan deras selama dua jam dapat mengakibatkan banjir di daerahnya. Aliran air yang deras dari Jalan Soebrantas juga menambah tingginya banjir.

"Banjir ini ikut menggenangi rumah warga. Kami harus menguras untuk mengeluarkan air banjir ini dari rumah," ungkapnya.



BACA JUGA : Peran Senapelan Di Era Penjajahan Belanda

Aliran air dari Jalan Soebrantas ke rumah warga disebabkan drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Pasalnya, drainase tersumbat sampah.

Susanti, warga Jalan Garuda Sakti, menyampaikan hal yang sama. Banjir di kawasan pemukimannya sering kali terjadi jika curah hujan tinggi dalam waktu yang lama.

"Banjir juga membuat aktivitas pedagang di sekitar sini. Karena, warung atau lapak merekan terendam banjir," jelasnya.

Seharusnya, Pemko Pekanbaru bertindak cepat mengatasi permasalahan banjir di kawasan Tampan ini. Drainase yang tersumbat harus segera dibenahi.

Untuk diketahui, sejumlah wilayah di Kota Pekanbaru digenangi air akibat hujan deras mengguyur sejak Selasa (11/6/2019) malam. Intensitas hujan mulai berkurang pukul 10.00 WIB, Rabu (12/6/2019).