Rabu, 11 Desember 2019

POLITIK

Prabowo Merapat ke Jokowi, Rocky Gerung Berpaling: Ajak Kampret Beroposisi

news24xx


Pengamat politik, Rocky Gerung.  Pengamat politik, Rocky Gerung.

RIAU1.COM - Ada yang menarik dari Rocky Gerung. Kini dia berpaling dari Prabowo Subianto. Karena Prabowo merapat mendukung Jokowi. 

Pengamat politik Rocky Gerung mengatakan pernyataannya yang menyebut bahwa Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai tokoh 'sampah' hanyalah sindiran kepada Prabowo.



BACA JUGA : Akhirnya, KPU Tidak Melarang Mantan Napi Koruptor Ikut Pilkada

 

"Sebagai satire," kata Rocky melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/11).

Satire merupakan gaya bahasa untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang. Satire biasanya disampaikan dalam bentuk ironi, sarkasme, atau parodi.


Rocky mengatakan, dia sengaja melontarkan itu untuk menyindir manuver Prabowo.

"Itu cara saya," katanya.
 

Pernyataan Rocky itu diucapkan ketika ia berkunjung ke salah satu kantor redaksi media C&R. Pertemuan antara Rocky dan Pemimpin Redaksi C&R Ilham Bintang.

Melalui akun Facebooknya, Minggu (13/11), Ilham Bintang menulis, Rocky Gerung berpaling. Kata Ilham, dalam perbincangannya dengan Rocky, Ilham berdiskusi panjang tentang kondisi bangsa pasca Pilpres.

?"Roger (Rocky Gerung) membuat deklarasi. Hari itu ia nyatakan beroposisi kepada Prabowo. Ia akan "road show" berkeliling Tanah Air untuk mengajak kampret beroposisi pada Ketua Umum Gerindra itu," kata Ilham.

Alasan Rocky, menurut Ilham, karena Prabowo sudah bergabung dalam kubu pemerintah.

"Sekarang, Prabowo sudah bergabung dengan Jokowi sebelum pelantikan. Makanya, saya majukan deklarasi saya beroposisi, menjadi mulai hari ini," kata Rocky.

Ilham juga menulis, dan mengutip pernyataan Rocky Gerung yang meminta agar pendukung Jokowi supaya mengusir Prabowo dari kubu mereka.

"Enggak perlu tokoh seperti dia, nyampah-nyampahin negeri saja," kata Rocky seperti dituliskan Ilham Bintang.

Prabowo Subianto melakukan safari politik usai kekalahannya di Pilpres 2019. Prabowo telah bertemu dengan Joko Widodo, dan sejumlah Ketua Umum Partai Politik seperti Surya Paloh, dan Ketua Umum PPP Muhaimin Iskandar, serta Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. 

Sementara itu, Menanggapi pernyataan Rocky itu, politikus muda partai Gerindra TB Ardi Januar menilai pernyataan Rocky itu merupakan upaya Rocky untuk menjaga eksistensinya.

Kata Ardi, Pilpres telah "membesarkan" nama Rocky, dan kini Pilpres sudah selesai. Ada tiga kelompok yang menyikapi hasil pilpres. Pertama, kelompok yang memilih move on dan kembali bersatu demi keutuhan Bangsa.

Kedua, kelompok yang belum move on dan memilih tetap berseteru. Sementara yang ketiga adalah kelompok yang terancam kehilangan eksistensi karena pertunjukan telah usai.

"Bagi saya, Rocky adalah bagian dari kelompok ketiga," kata Ardi.

Menurut Ardi, Rocky sadar betul pilpres kemarin telah membesarkan namanya. Bila seluruh pertunjukan selesai, eksistensi dia juga ikut selesai. Karena itu, dia perlu manuver baru untuk menjaga eksistensi.

Rocky sadar, kelompok baper yang tak terima hasil pemilu masih lumayan jumlahnya.

"Mereka adalah pasar yang jelas bagi eksistensi Rocky," katanya.

Rocky kembali muncul membawa narasi baru. Kali ini, Prabowo menjadi sasarannya. "Lantas, sebagai pendukung Prabowo, apakah saya harus marah dengan pendapat Rocky? Tidak juga. Biarkan saja dia bicara dan bersikap," katanya.



BACA JUGA : Ini Detik-detik Amien Rais Geram di Rakernas PAN

 

Ardi pun mengutip pernyataan Rocky, bahwa Indonesia adalah negara demokrasi.

"Rocky pernah bilang, cara terbaik menghormati aksi badut adalah dengan cara tepuk tangan. Dan saya cukup menikmati pertunjukan yang dilakukan Rocky," katanya.

Menurut Ardi, sejarah tak bisa bohong. Rocky adalah orang yang sangat mengidolakan Soemitro, ayah Prabowo. Dia juga sangat mengerti tentang kualitas pemikiran dan ketulusan Prabowo.

R1 Hee.