Rabu, 11 Desember 2019

SIAK

Launching Kampung Sadar Jaminan Sosial, Bupati Siak Alfedri Apresiasi BPJS Ketenagakerjaan

news24xx


Bupati Siak, Alfedri saat launching kampung sadar jaminan sosial Bupati Siak, Alfedri saat launching kampung sadar jaminan sosial

RIAU1.COM - Bupati Siak, Alfedri resmi me-launching Kampung Laksamana sebagai Kampung Sadar Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Tahun 2019 di Gedung Tangku Mahratu, Senin 21 Oktober 2019.

Alfedri mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang sudah me-launching 4 Kampung Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Siak. Sebab, tidak semua kabupaten seperti di Siak, yang setiap tahun berlanjut dan terus berjalan mulai 2017 di Kampung Buantan Bestari, 2018 di Tualang.

Untuk tahun 2019 ini di 2 kampung sekaligus yakni di Pinang Sebatang Timur dan hari ini di Kampung Laksamana Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak.



BACA JUGA : Derita Nelayan Sungai Siak, Jaring Dibentang Sampah Terangkat

"Saya hadir di sana saat itu peletakan batu pertama bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk BUMKAM, ada manfaat langsung yang dirasakan masyarakat melalui BUMKAM yang dibangun oleh BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya.

"Tentu BUMKAM ini menjadi penting bagi mendorong perekonomian desa, karena ini memberikan dana untuk sektor riil kegiatan-kegiatan ekonomi yang ada dimasyarakat. Makanya ini, kalau fasilitas kantornya baik mudah-mudahan nanti pemerintahan dan pelayanan bantuan pendana di kampung itu semakin membaik," terangnya.

Alfedri meyebutkan, ini juga merupakan bagian dari memberikan spirit dan motivasi bagaimana mendorong ke depan kerjasama yang baik antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Pemda dan Pemerintah Kampung, sehingga ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Sementara itu, Deputi Direktur Kesertaan Program Khusus BPJS Ketenagakerjaan, Ahmad Afiz menjelaskan, desa sadar ini menjadi salah satu program utama yang sedang digiatkan oleh BPJS Ketenagakerjaan bukan karena hanya sekedar sebuah nawacita, melainkan lebih kepada memaklumi sebuah angka, bahwa memang hampir 60 persen masyarakat Indonesia itu adanya di desa/kampung.

"Kita maklumi bersama, desa/kampung  yang ada di pelosok-pelosok jumlahnya cukup luar biasa, ada kurang lebih 72.000 jumlahnya. Kalau kita bisa lihat langsung ke lokasi mereka, itu sebuah hal yang luar biasa bagi Masyarakat," sebutnya.



BACA JUGA : Hadiri Peringatan Hakordia 2019, Alfedri: Korupsi jadi Masalah Serius Pembangunan di Indonesia

"Karena itu, kami menggagas program ini dengan tujuan tidak hanya memberitahukan para penduduk yang ada di desa, tapi lebih kepada betapa pentingnya sebuah perlindungan bagi masyarakat agar mereka betul-betul terhindar dari potensi kemiskinan," sambungnya.

Terpisah, laporan Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbar Riau, Budiono mengungkapkan, maksud tujuan kegiatan ini, agar masyarakat desa mengenal lebih dekat program BPJS Ketenagakerjaan, sehingga menumbuhkan kesadaran pentingnya Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Masih kata Budiono, tahun 2019 ini telah ditunjuk 198 desa se-Indonesia sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan, dan yang sedang berlangsung peresmian Kampung Laksamana di Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak sebagai Desa sadar BPJS Ketenagakerjaan.

"Kampung Laksamana memiliki penduduk 1.290 jiwa dan jumlah angkatan kerja sebanyak 915 jiea, dimana sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan baik Pekerja Bukan Penerima UPH (BPU) maupun Penerima Upah (PU) sebanyak 799 termasuk Aparatur Desa," rincinya.

"Kampung Laksamana sudah memiliki gedung BUMDES yang mulai dibangun dari tanggal 18 Agustus 2019, merupakan kampung ke-4 yang diresmikan sebagai Desa Sadar BPJS Ketenagakerja di Kabupaten Siak," pungkasnya.