Minggu, 09 Agustus 2020

INDRAGIRI-HULU

Dugaan Penyelewengan Dana UED-SP, Kades Tani Makmur Inhu Dilaporkan Warganya

news24xx


Ilustrasi Ilustrasi

RIAU1.COM - Usai menggelar pertemuan dan telah diperoleh kesepakatan, akhirnya warga Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu, Riau yang berjumlah seratusan orang, membuat laporan resmi ke Kejari Inhu.

Perwakilan warga Desa Tani Makmur, Kusjul, Rahmad dan Benny, saat di mintai keterangannya oleh awak media, Selasa 14 Juli 2020 di Pematangreba menuturkan, bahwa pembelian bus sekolah itu tujuannya untuk di rental (sewa) kan kepada PT Inecda Plantations, untuk mengangkut anak sekolah.

Baca Juga: Kodim 0302/Inhu Gelar Acara Pisah Sambut Dandim

www.jualbuy.com

Hanya saja sampai kini belum ada keputusan dari perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan PKS itu. "Soal akan jadi di rental oleh PT Inecda Plantations akan merental bus yang di beli oleh Kades Tani Makmur, Sulistiyono belum ada keputusannya," kaya Kusjul.

Sehingga seratusan warga desa mendesak agar pembelian bus bekas itu, yang di motori Kades dan Kadus, di laporkan ke Kejari Inhu. Karena di tuding telah melanggar Permendagri No.6 tahun 1998 tentang UED - SP.

"Seharuanya dana UED - SP itu untuk simpan pinjam warga desa. Karena dananya cukup besar, yakni Rp500 juta," kata Benny, menimpali.

Baca Juga: Tim 1 Koramil 01/Rengat Sub Satgas Gab II Kodim 0302/Inhu Tingkatkan Patroli dan Sosialisasi Karhutla

Sementara itu, Kades Tani Makmur, Sulistyono kepada awak media ketika di temui di Kantor Camat Rengat Barat, Selasa 14 Juli 2020 menjelaskan, bahwa yang melakukan pembelian bus tersebut adalah Bumdes, selaku pengelola dana UED - SP, sebesar Rp329 juta.

"Rencananya bus itu akan di kontrakan ke PT Inecda Plantations tapi belum berjalan," ujarnya.

Sulistyono menambahkan, pembelian bus itu atas usulan Ketua BPD Desa TanibMakmur, Herman. Hanya saja usulan itu terlalu mahal jadi tidak bisa di lakukan pembelian.
Setelan itu kembali di usulkan oleh Kadus Ridwan senilai Rp350 juta. Uang itu belum termasuk biaya balik nama dan lain sebagainya.

Dari penelusuran media ini, Kejari Inhu telah memeriksa Camat Rengat Barat, Hendry serta sejumlah pejabat di Dinas PemerintahannMasyarakat Desa, Kades Tani Makmur Sulistyono, Ketua BPD Tani Makmur, Herman dan perangkat Desa Tani Makmur.





loading...
Loading...