Minggu, 07 Juni 2020

INTERNASIONAL

Rusia Klaim Ciptakan Obat untuk Pasien Virus Corona

news24xx


Ilustrasi Ilustrasi

RIAU1.COM - Wabah virus corona atau Covid-19 masih terus meneror hampir di seluruh belahan dunia. Tidak sedikit orang yang meregang nyawa setelah terinfeksi virus asal Cina tersebut, dan sampai sekarang belum ditemukan obat yang spesifik.

Namun, baru-baru ini, Rusia mengklaim telah menciptakan obat untuk menyembuhkan pasien yang terjangkit Covid-19. Obat yang disebut berbahan dasar Mefloquine itu berfungsi mencegah replikasi virus dalam sel dan sebagai akibatnya menghentikan proses peradangan yang disebabkan virus.

Baca Juga: Ada Campur Tangan AS Sepanjang Sejarah Perang Korea Utara dan Korea Selatan

www.jualbuy.com

Hal itu diungkapkan Badan Biomedis Federal Rusia dalam sebuah pernyataan pada Sabtu 28 Maret 2020 waktu setempat dilansir dari kantor berita Turki, Anadolu Agency, Ahad 29 Maret 2020.

Kepala badan tersebut, Veronika Skvortsova, mengatakan Mefloquine harus dikombinasikan dengan antibiotik agar efeknya maksimal, dengan begitu akan memungkinkan peningkatan konsentrasi agen antivirus dalam plasma darah dan paru-paru.

"Ini akan memastikan pengobatan yang efektif bagi pasien dengan berbagai tingkat infeksi coronavirus," kata Skvortsova.

Baca Juga: Lahir Dari Siaran Radio, Drakor Lalu Membius Pemirsa Lewat Layar Kaca

Sebelumnya, pemerintah Rusia mengumumkan 228 kasus baru dari virus corona, sehingga jumlah total kasus infeksi Covid-19 di negara itu menjadi 1.264, dengan 6 kematian. Sebanyak 49 orang sejauh ini dinyatakan sembuh dari virus.

Dalam upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona, Rusia telah melarang masuknya warga negara asing dan membatalkan semua penerbangan internasional. Pihak berwenang setempat juga mempertimbangkan larangan pergerakan di dalam negeri.

Setelah pertama kali muncul di Wuhan, China, pada Desember lalu, Covid-19 ini telah menyebar ke 177 negara dan wilayah, menurut data yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University yang berbasis di AS, lebih dari 618 ribu kasus telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan angka kematian melebihi 28.600, dan lebih dari 135.700 pemulihan.

 


Sumber: Republika





loading...
Loading...