Selasa, 12 November 2019

NASIONAL

Antisipasi Ancaman Kerugian, 4.069 Petani di Sumbar Asuransikan Tanaman Padi

news24xx


Ilustrasi petani memanen padi. Foto: Antara. Ilustrasi petani memanen padi. Foto: Antara.

RIAU1.COM -Sebanyak 5.353 petani di Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) sudah mengasuransikan tanaman padinya dengan total luas lahan 4.043 hektare.

"Jumlah preminya ada Rp727,867 juta hingga triwulan II 2019," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera bagian utara (Sumbagut) Yusup Ansori dikutip dari Antara, Senin (14/10/2019).

Dari 5.353 petani itu, yang terbanyak mengasuransikan adalah petani Sumatera Barat dengan 4.069 petani dengan luas areal 3.188 hektare dan preminya Rp573,865 juta.

Adapun di Sumatera Utara, jumlah petani yang sudah mengasuransikan tanaman padinya sebanyak 1.284 orang dengan luas lahan 855,57 hektare dan premi yang dibayarkan sejumlah Rp154,002 juta.



BACA JUGA : Sejarah Pulau Dewata Sampai Begitu Terkenal Di Mata Dunia

Iklan Riau1

"Meski jumlah AUTP (Asuransi Usaha Tanaman Padi) terus meningkat di Sumbagut, tetapi masih belum maksimal karena masih berjalan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat," ujarnya.

Asuransi Usaha Tanaman Padi yang merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan), sangat baik. Alasannya, usaha di sektor pertanian khususnya padi rentan dengan risiko karena ketidakpastian yang cukup tinggi mulai dari kegagalan panen yang disebabkan banjir, kekeringan, serangan hama dan penyakit/Organisme Pengganggu Tumbuhan atau OPT.

"Dengan mengasuransikan tanaman padinya, maka ancaman kerugian petani bisa ditanggung asuransi," ujarnya.



BACA JUGA : Regulasi Rumit, Biaya Logistik Tinggi, dan UMP Naik Tiap Tahun Hambat Industri Makanan dan Minuman

Pengamat ekonomi Wahyu Ario Pratomo menyebutkan, pemerintah kabupaten/kota harus pro aktif menjalankan program Asuransi Usaha Tanaman Padi.

"Asuransi Usaha Tanaman Padi akan mensejahterakan petani dan melindungi pemerintah daerah masing-masing dari ancaman gangguan ketersediaan padi atau beras di pasar yang bisa menimbulkan inflasi," katanya.

Apalagi beras adalah bahan makanan pokok. Sehingga, beras harus mendapat perhatian ekstra.





Loading...