Sabtu, 14 Desember 2019

NASIONAL

Viral di Medsos, Kapolsek Memohon Kepada Massa Demi Menyelamatkan Korban

news24xx


Ini video viral Kapolsek Cempa, Akbar Andi Mallarangeng saat memohon kepada massa demi selamatkan korban.  Ini video viral Kapolsek Cempa, Akbar Andi Mallarangeng saat memohon kepada massa demi selamatkan korban.

RIAU1.COM - Videonya jadi viral di Medsos. Dan  banyak dapat pujian Warganet.

Kapolsek Cempa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan,  Iptu Akbar Andi Mallarangeng memohon kepada massa yang emosi untuk tidak menghakimi seorang warga pekerja tambang  yang terluka karena terjatuh dikejar kejar massa. 

Baca Juga: Agus Salim, Asap Kretek Dan Pangeran Inggris

www.jualbuy.com 

Pria yang terluka tersebut berasal dari perusahaan penambangan pasir yang menjadi korban bentrok dengan massa yang tidak setuju desanya dijadikan  penambangan pasir di Desa Salipolo, pada 5 November lalu.

Rekaman video amatir tersebut viral setelah diunggah ke media sosial oleh seorang warga yang tidak setuju dengan aktivitas penambang pasir di Desa Salipolo.

Dalam video amatir itu Kapolsek Cempa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, juga berupaya menenangkan massa yang bersenjata tajam dan bambu runcing yang akan menuju lokasi penambangan pasir.

Kapolsek menyatakan tindakannya spontan setelah melihat korban membutuhkan pertolongan dengan kondisi terdesak. Saat itu pendemo sudah mau menghunus senjata tajam, golok dan lainnya. 

"Melihat hal tersebut kami spontan, apalagi orang yang sudah dalam posisi terancam, dalam hati nurani kami akan melakukan pertolongan terhadap orang tersebut," ucap Akbar Andi Mallarangeng. Dikutip dari Liputan6.com, Selasa (12/11)

Aksi heroik kapolsek tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat dengan memberikan piagam kepada kapolsek.

Kapolsek Akbar ini cukup disegani oleh warga karena suka menolong orang yang susah dan disenangi masyarakat. 

Bentrokan 5 November lalu di Desa Salipolo dipicu penempatan alat berat oleh perusahaan penambang pasir di lokasi tambang.

"Karena ada alat di situ, warga bentrok," kata tokoh masyarakat Kecamatan Cempa Anwar Sandre.

Baca Juga: Kemendikbud : Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter Sepenuhnya Dilakukan Sekolah

Iklan Riau1  

Akibat bentrokan, sejumlah orang baik dari pihak pro maupun kontra penambangan pasir dirawat di rumah sakit setempat karena luka-luka.

Sementara, kasus bentrokan antarwarga dengan pekerja tambang  ini ditangani Polsek Cempa, seperti dilansir merdeka.com, Selasa. 

R1 Hee. 





Loading...