Rabu, 11 Desember 2019

NASIONAL

Waspada, Ini Merek Ponsel yang Dirakit Pabrik Ilegal di Jakarta

news24xx


Penggerebekan pabrik ponsel ilegal di Jakarta Penggerebekan pabrik ponsel ilegal di Jakarta

RIAU1.COM - Baru-baru ini sebuah pabrik ilegal perakitan ponsel di Penjaringan, Jakarta Utara, digerebek aparat Polres Metro Jakarta. Dari sana, sejumlah ponsel pun berhasil disita.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Hedi Susianto mengatakan, merek ponsel yang diproduksi pabrik tersebut adalah Prime dengan dua jenis yang berbeda.

"HP yang dia rakit sendiri merek Prime 9 maupun Prime 9+," ujar Budhi, dilansir Kompas.com, Selasa 3 Desember 2019.

Baca Juga: Erick Thohir Dalami Masalah Pelecehan Seksual oleh Pejabat Garuda Indonesia, Terancam Dipecat

www.jualbuy.com

Ponsel tersebut didesain seperti ponsel-ponsel mainstream yang sedang tren saat ini. Tak hanya bentuk batangan ponsel, kotaknya pun terbilang meniru.

Ponsel merek Prime ini dirakit dari sparepart yang diimpor langsung oleh tersangka NG dari negeri Tiongkok, dan produksinya pun cenderung serampangan, karena dikerjakan oleh orang-orang yang tidak memiliki keahlian di bidang tersebut.

"Ketika kami melakukan pemeriksaan dari beberapa karyawan, ternyata ada beberapa karyawan yang tidak memiliki keahlian baik di sektor formal dan nonformal di bidang itu," katanya.

Baca Juga: Ini Jawaban Ilmiah Ningsih Tinampi Dan Ponari Dapat Sembuhkan Penyakit

Iklan Riau1

Budhi mengungkapkan, selain memproduksi ponsel merek Prime, pabrik itu juga mengimpor ponsel-ponsel yang belum terdaftar di Kominfo.

"Ada handphone yang diimpor dari Tiongkok langsung ke Indonesia tapi tidak ada izin postelnya. Yang seharusnya setelah masuk ke Indonesia dia mengurus izin postelnya ke Kominfo dicek spesifikasi dari handphone tersebut," ungkapnya.

Seperti yang diketahui, dari penggerebekan itu terungkap, pabrik ponsel ilegal tersebut sudah beroperasi selama 2 tahun, dan diprediksi telah meraup keuntungan hingga Rp12 miliar. Namun, pekerjanya tidak dibayar secara layak.





Loading...