Minggu, 29 Maret 2020

NASIONAL

Ketika Gus Dur Hapus Diskriminasi Izinkan Imlek Dirayakan Di Indonesia

news24xx


Ilustrasi [Foto: Istimewa/internet] Ilustrasi [Foto: Istimewa/internet]

RIAU1.COM - Berkat jasa Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, etnis Tionghoa kini dapat merayakan Tahun Baru China atau Imlek di Indonesia dengan bebas.

Gus Dur mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China yang dibuat oleh penguasa sebelumnya Suharto dinukil dari kompas.com, Jumat, 24 Januari 2020.

Baca Juga: Data Hasil Rapid Test Corona di DKI Jakarta: 121 Orang Positif, 10.338 Orang Negatif

www.jualbuy.com

Pada era Orde Baru di bawah kepemimpiman Suharto, masyarakat Tionghoa dilarang merayakan Imlek secara terbuka.

Sekretaris Dewan Rohaniwan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Budi Tanuwibowo mengatakan pencabutan itu dilakukan oleh Gus Dur dengan begitu cepat dan tanpa isyarat apapun.

Baca Juga: Gunung Merapi di Yogyakarta Kembali Meletus Ahad Dini Hari Tadi

Iklan Riau1

"Waktu itu, kami ngobrol sambil berjalan mengelilingi Istana. Gus Dur lalu bilang, oke, Imlek digelar dua kali, di Jakarta dan Surabaya untuk Cap Go Meh. Kaget juga saya," tutupnya.





Loading...