Rabu, 01 April 2020

NASIONAL

Pertumbuhan Ekonomi Cina Turun Akibat Virus Corona, Indonesia Mulai Rasakan Dampak

news24xx


Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah). Foto: Antara. Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah). Foto: Antara.

RIAU1.COM -Dampak virus corona kini mulai terlihat nyata “menyerang” perekonomian Indonesia. Hantaman ini terlihat dari penerimaan pajak sektor perdagangan yang hanya mencapai Rp 22,18 triliun sepanjang Januari 2020, atau mengalami kontraksi hingga 5,8 persen.

“Ini karena saat liburan Hari Raya Cina, kemudian terkena virus corona, ini yang menyebabkan terjadi penurunan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dikutip dari Tempo.co, Rabu (19 Februari 2020).

Pada Januari 2019, sektor perdagangan masih bisa tumbuh 8,4 persen year-on-year (yoy). Tapi di bulan pertama 2020 ini, sektor tersebut hanya tumbuh 2,6 persen. Padahal, sektor perdagangan memiliki kontribusi kedua terbesar terhadap penerimaan pajak, yaitu 21,7 persen.

Baca Juga: Nekat Langgar PSBB Masa Pandemi Corona, Pidana Penjara 1 tahun Menanti

www.jualbuy.com

Virus corona mulai menyebar sejak awal tahun 2019 hingga memasuki perayaan Imlek pada 25 Januari 2020. Sumbernya yaitu dari Kota Wuhan, Cina. Hingga hari ini, jumlah korban meninggal pun sudah mencapai 2.005 jiwa.

Tak hanya penerimaan pajak sektor perdagangan yang terkena imbas, kinerja bea masuk pun juga terimbas. Sepanjang Januari 2020, bea masuk di sektor perdagangan besar dan eceran mengalami kontraksi hingga 20,5 persen.

Baca Juga: "Mengusir Sepi dan Menahan Rindu" Cerita Pasien Positif Corona

Iklan Riau1

Januari 2019, bea masuk di sektor perdagangan masih tumbuh 5,5 persen. Tapi tahun ini, terjadi penurunan hingga 15 persen.

Sehingga, total bea masuk sektor tersebut hanya Rp 1,4 triliun. Padahal, kontribusinya pada bea masuk merupakan yang tertinggi, 46 persen.

“Pasti ada pengaruh dari virus corona,” kata Sri Mulyani.

Yang patut diwaspadai, ini hanyalah sebagian kecil dari dampak virus corona. Sampai hari ini, ia masih akan memantau perkembangan ekonomi Cina. Sebab, jika pertumbuhan ekonomi Cina turun 1 persen saja, maka ekonomi Indonesia akan ikut turun 0,3 sampai 0,6 persen.





Loading...