Rabu, 03 Juni 2020

OLAHRAGA

Mike Tyson Ungkap Jose Ribalta, Petinju Terkuat yang Dihadapinya

news24xx


Mike Tyson saat menghadapi Jose Ribalta pada 1986/Tempo Mike Tyson saat menghadapi Jose Ribalta pada 1986/Tempo

RIAU1.COM -Siapa yang tidak kenal dengan Mike Tyson, petinju kelas berat dunia yang selalu mengkanvaskan lawanya pada ronde awal.Namun Tyson yang saat sudha menjadi pengusaha Ganja ini mengungkapkan satu-satunya petinju yang mampu menahan pukulannya adalah Jose Ribalta. Petinju kelas berat ini memang tidak terkenal, tapi bisa bertahan sampai ronde ke-10 saat menjadi lawan Tyson pada 17 Agustus 1986.
Baca Juga: New Normal, KONI Kota Pekanbaru Masih Tunggu Regulasi Pola Latihan Atlet

www.jualbuy.com

Tyson waktu itu baru berumur 20 tahun dan sedang di awal kariernya. Tiga bulan setelah kemenangan atas Ribalta itu, ia menjadi juara dunia kelas berat termuda dengan mengalahkan Trevor Berbick."Saya memukul Jose Ribalta dengan sepenuh tenaga, dan dia bisa menahannya," kata Tyson dalam wawancara dengan The Ring, tahun 2014.

"Jose Ribalta berdiri di depan saya. Dia sangat kuat dalam clinch." Ribalta sempat mencium kanvas pada ronde kedua dan kedelapan, namun bisa bangkit lagi. Setelah terkena variasi pukulan hook dan straight dari Tyson, ia akhirnya roboh di ronde terakhir dan wasit menghentikannya.

Ribalta juga menilai pertarungannya melawan Tyson benar-benar luar biasa. "Pertarungan melawan Mike Tyson sangat brutal, dari ronde ke ronde," kata Ribalta dalam wawancara dengan Ontheropeboxing, 27 Januari 2014.

Ribalta adalah petinju asal Kuba, yang banyak menghadapi nama-nama besar termasuk  “Razor” Ruddock, Tony Tubbs, Michael Dokes, Larry Holmes dan Mike Tyson. Ia mengakhiri kariernya dengan rekor 38 kali menang dan 17 kali kalah.
Baca Juga: Kata Ketua KONI Kota Pekanbaru Anis Murzil, Jika Porprov X Riau di Kuansing Tetap Digelar tahun 2021

Setelah kemenangan atas Berbick, karier Tyson terus menanjak. Sayangnya, ia merusak penampilannya dengan gaya hidup brutal di luar ring. Ia pun dijatuhkan Buster Douglas pada 1990. 

Tyson makin terpuruk ketika terlibat kasus perkosaan dan dipenjara 3 tahun pada 1992. Setelah bebas, Tyson merebut gelar WBC dan WBA pada 1996, tetapi pada tahun yang sama kalah dari Evander Holyfield.

Dalam pertandingan ulang setahun kemudian, ia menggigit telinga Holyfield dalam insiden yang membuat dia kehilangan lisensi tinjunya sebelum akhirnya dikembalikan.

Tyson menilai, Evander Holyfield sebagai lawan terbaik yang pernah ia hadapi. "Dia melancarkan pukulan luar biasa dengan kedua tangannya," katanya.  





loading...
Loading...