Minggu, 15 Desember 2019

PEKANBARU

Ketebalan Kabut Asap Masih Level Sedang di Pekanbaru, Dianggap Masih Aman untuk Anak Sekolah

news24xx


Kabut asap tebal yang menyelimuti di Pekanbaru, tepatnya di Sungai Siak di pagi hari. Foto: Surya/Riau1. Kabut asap tebal yang menyelimuti di Pekanbaru, tepatnya di Sungai Siak di pagi hari. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Kabut asap hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terasa semakin kuat memasuki pekan kedua. Namun, sinyal untuk meliburkan sekolah belum terlihat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muhammad Amin di kantor wali kota, Senin (12/8/2019), mengatakan, surat mengenai level kualitas udara sudah diedarkan. Namun, penentuan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tidak bisa dengan kasat mata. 

"Penentuan ISPU hanya bisa dilakukan oleh mereka yang punya keahlian di bidang itu. Saya juga menyampaikan dalam rapat di posko siaga darurat itu bahwa penilaian ISPU menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru," ujarnya.

Baca Juga: Kepala Satpol PP Pekanbaru Minta Manajemen Hotel Pahami Izin Keramaian Saat Malam Tahun Baru

www.jualbuy.com

Sementara itu, Dinkes Pekanbaru hanya menerima laporan dari DLHK setiap pagi dan pukul 15.00 WIB. Saat ini, kualitas udara di posisi sedang.

"Dalam rapat di posko siaga darurat asap itu, kami menyatakan belum waktunya untuk meliburkan sekolah," sebut Amin.

Namun bila kualitas udara sudah di atas 200 (sangat tidak sehat), maka hal ini berbahaya bagi anak-anak yang rentan dengan asap. Maka, kondisi ini akan disampaikan ke pimpinan Dinas Pendidikan (Disdik).

Baca Juga: Warga Sukajadi Makin Mengeluh, Sekdako Pekanbaru Minta Dinas PUPR dan Dinas Perkim Evaluasi Proyek IPAL

Iklan Riau1

"Setelah itu, Disdik berkoordinasi dengan semua tim untuk meliburkan sekolah. Kalau memang seperti itu," jelas Amin.

Namun kenyataan saat ini, kabut asap cukup tebal di pagi hari. Berdasarkan laporan terbaru, kualitas udara masih sedang.

"Kami akan terus memantau kualitas udara di laboratorium DLHK. Kalau hari Minggu, kualitas udaraasih di bawah 100," ucap Amin.





Loading...