Senin, 16 Desember 2019

PEKANBARU

Kemen PUPR Sebut Proyek IPAL Diawali dari Sukajadi Karena Pemukimannya Padat Penduduk

news24xx


Para pekerja sedang melubangi Jalan Ahmad Yani Pekanbaru untuk saluran IPAL. Foto: Surya/Riau1. Para pekerja sedang melubangi Jalan Ahmad Yani Pekanbaru untuk saluran IPAL. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) diawali di Kecamatan Sukajadi pada tahun ini. Dipilihnya lokasi karena kecamatan ini memiliki pemukiman penduduk yang padat.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Riau Kemen PUPR Ichwanul Ihsan, Jumat (15/11/2019), mengatakan, ada tiga proyek IPAL yang dikerjakan di Indonesia. Tiga proyek ini dibangun di Pekanbaru (Riau), Makassar, dan Jambi. 

"Tapi, progres pekerjaan terbaik itu di Pekanbaru. Dipilihnya Kecamatan Sukajadi, mungkin pada awalnya menurut Pemko Pekanbaru, warganya paling padat," ungkapnya.

Proyek IPAL ini dikerjakan di seluruh Kecamatan Sukajadi hingga Jalan Cempaka. Tahun ini, proyek IPAL berikutnya dilelang untuk wilayah Jalan Jenderal Sudirman sebelah Utara.

Baca Juga: Musim Hujan, Komisi IV DPRD Pekanbaru Minta Pemko Benahi Drainase

www.jualbuy.com

"Akhirnya, seluruh pemukiman di Pekanbaru ini menggunakan IPAL. Proyek ini dikerjakan hingga 2022," jelas Ichwanul.

Progres pekerjaan IPAL di Kecamatan Sukajadi baru selesai antara 25 persen hingga 28 persen pada tahun pertama ini. Saluran IPAL ini dibuat hingga ke Kelurahan Rejosari. 

"Di sana dibangun instalasi pengolahan limbah tinja. Jadi, semua limbah tinja dari tiap rumah masuk ke pipa IPAL," ungkap Ichwanul.

Baca Juga: Kepala Satpol PP Pekanbaru Minta Manajemen Hotel Pahami Izin Keramaian Saat Malam Tahun Baru

Iklan Riau1

Jalur pipa besar IPAL itu di Jalan Ahmad Yani, Jalan Cut Nyak Dien, melewati Jalan Jenderal Sudirman, dan berakhir di instalasi pengolaahn tinja di Kelurahan Rejosari. Di instalasi pengolahan, tinja dari tiap rumah diolah kembali hingga memenuhi baku mutu yang aman untuk lingkungan.

"Kami membangun jaringan distribusi utama ini sambungan ke rumah (SR) ada sekitar 1.000 unit. Dananya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Sekitar 1.000 SR nanti dibangun oleh Pemko Pekanbaru," jelas Ichwanul.

Sistem penyaluran tinja melalui pipa ini hanya mengandalkan gaya gravitasi yaitu dari daerah yang tinggi hingga ke dataran rendah. Berbeda dengan aliran air melalui pipa PDAM yang dipompa dari instalasi menuju ke tiap rumah.





Loading...