Rabu, 11 Desember 2019

PEKANBARU

Toko Tutup dan Rumah Warga Retak Akibat Proyek IPAL, Wakil Wali Kota Pekanbaru Minta OPD Terkait Cari Solusi dengan BPPW Riau

news24xx


Para pekerja proyek IPAL sedang menanam besi baja untuk melubangi aspal di Jalan Ahmad Dahlan Pekanbaru. Foto: Surya/Riau1. Para pekerja proyek IPAL sedang menanam besi baja untuk melubangi aspal di Jalan Ahmad Dahlan Pekanbaru. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tengah dibangun di jalan padat kendaraan, di sekitar Kecamatan Sukajadi. Sepanjang pengerjaan proyek ini, banyak warga yang mengeluh mulai penyempitan jalan hingga rumah retak akibat pengeboran tanah pada proyek ini.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Selasa (3/12/2019), mengatakan, IPAL ini adalah proyek yang dananya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Mudah-mudahan, proyek IPAL bisa segera selesai.

"Diharapkan, proyel ini nanti bisa membantu kami dalam menangani limbah yang terpadu," harapnya.

Meski begitu, banyak warga yang mengeluhkan cara pembanguan proyek ini. Keluhan dari warga sudah lama didengar.

Baca Juga: Bapenda Pekanbaru Raup Pajak Rp583 Miliar Saat Kondisi Ekonomi Lesu

www.jualbuy.com

"Sudah sering juga saya sampaikan kepada organisasi perangkat daerag (OPD) terkait supaya berkoordinasi dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Riau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar keluhan-keluhan masyarakat ini bisa dicarikan solusi," ungkap Ayat.

Proyek IPAL ini menyebabkan kemacetan. Pengendara yang melintasi area proyek itu juga terganggu. 

"Saya juga sering lewat di sana. Ada toko yang dulunya bisa beraktivitas, sekarang sudah tutup. Ini juga terkait mata pencaharian warga," sebutnya.

Baca Juga: Bos Trans Metro Pekanbaru Akan Ambil Tindakan Tegas Sopir yang Ugal-Ugalan dan Tak Singgah di Halte

Iklan Riau1

Ayat sudah menyampaikan keluhan-keluhan warga ini kepada teknis seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Para dinas teknis ini diminta berkoordinasi dalam menyelesaikan keluhan masyarakat.

"Kejadian terbaru, rumah warga ada yang retak. Sampaikan ke kontraktornya atau BPPW Riau," saran Ayat. 

Intinya, tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan jika seluruh pihak berkoordinasi. Dinas teknis tidak boleh lepas tangan kalau proyek IPAL itu bukan bagian dari pekerjaannya.

"Tidak seperti itu. Ini di wilayah kita. Kita harus bersyukur ada proyek ini," ucap Ayat.





Loading...