Senin, 14 Juni 2021

PEKANBARU

Kemen PUPR Bangun Ulang Gedung Belajar SMP Negeri 7 Pekanbaru Tahun Ini

news24xx


Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas. Foto: Surya/Riau1. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kemen PUPR) akan membangun ulang gedung belajar SMP Negeri 7 di Jalan Lokomotif, Pekanbaru. Pasalnya, salah satu gedung belajar di SMP negeri ini terbakar pada 12 Mei 2020 malam. 

"Tahun lalu, ada miskomunikasi sedikit. Tahun ini, gedung belajar yang terbakar itu akan dibangun ulang oleh Kemen PUPR. Ada 10 kelas akan dibangun ulang," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas, Selasa (11/5/2021). 

Untungnya, proses belajar mengajar di sekolah belum normal saat pandemi corona ini. Sehingga, tidak ada hambatan dalam pembangunan dan proses belajar mengajar bagi peserta didik. 

Diberitakan sebelumnya, sekitar 50 persen bangunan SMP Negeri 7 Pekanbaru hangus terbakar, Selasa (12/5/2020), sekitar pukul 23.15 WIB. Bangunan diduga terbakar akibat sambaran petir tadi malam.

Baca Juga: Chevron Angkat Kaki, Wali Kota Pekanbaru Sampaikan Aspirasi APJP ke Dirut PHR



www.jualbuy.com

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru Burhan Gurning saat dihubungi Riau1.com, Rabu (13/5/2020), mengungkapkan, kejadian awal sekitar pukul 23.15 WIB. Saat anggota Damkar sampai di sana, api sudah sangat besar. 

"Ruangan yang terbakar adalah lima ruangan belajar, ruangan majelis guru, uang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, ruang tata usaha, lobi, ruang prakarya, gudang. Hampir 50 persen bangunan yang terbakar," ungkap Burhan.

Bangunan yang terbakar itu ini juga berdasarkan informasi kepala sekolah yang juga berada di lokasi. Korban jiwa tidak ada. Penjaga sekolah selamat, rumahnya di belakang.

Baca Juga: Terkait Pajak Sembako, Wali Kota Pekanbaru: Kalau Banyak Mudaratnya, Kami Sampaikan Aspirasi via Apeksi

"Saya lihat besarnya api bisa saja disebabkan sambaran petir. Akibat besarnya api, pemadaman baru bisa dilakukan satu jam," sebut Burhan.

Proses pendinginan berlangsung selama dua jam. Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.

"Lokasi sudah diberi garis polisi. Polisi ada di TKP tadi malam," ucap Burhan. 





loading...
Loading...