Rabu, 15 Juli 2020

POLITIK

Ketika Suharto Pernah Meluapkan Emosinya Pada Bawahan

news24xx


Presiden kedua RI Suharto (foto: Istimewa/internet) Presiden kedua RI Suharto (foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Aksi marah-marah Presiden RI kepada bawahannya bukan cuma terjadi di era Joko Widodo. Pada rezim Suharto kejadian ini pernah dicatat dalam sejarah Indonesia.

Ketika itu Suharto meluapan emosinya kepada semua menteri urusan ekonomi termasuk wakil presiden dinukil dari historiad.id, Selasa, 30 Juni 2020.

Semua yang hadir tersentak dan diam menundukkan kepala, nyaris tidak ada yang berani melihat wajah Soeharto.

" Saudara harus sadar bahwa Proyek Asahan ini penting sekali! Ini proyek jangka panjang, dan perlu ditunjang dengan anggaran yang cukup. Semua perhatikan ini," bentak Suharto kepada bawahannya diceritakan kembali oleh A.R. Soehoed.

Baca Juga: Mantan Pelatih Timnas Merapat ke Demokrat, AHY: Selamat Datang Coach Rahmad Darmawan

www.jualbuy.com

Suharto 'meluap-luap' lantaran anggaran bagi para pekerja untuk para staf tak turun. Dana itu diperuntukkan untuk pembangunan Proyek Asahan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) bekerja sama dengan Pemerintah Jepang tahun 1976.

Baca Juga: Partai Demokrat Dukung Pemerintah Aktifkan Kembali Tim Pemburu Koruptor

Dikerjakan bersama konsorsium 12 perusahaan peleburan aluminium. Sementara pemerintah Jepang membentuk Nippon Asahan Aluminium (NAA) ditandatangani pada 6 Juli 1975 di Tokyo, Jepang dengan Soehed yang diangkat menjadi Ketua Otorita Asahan.

Setelah peristiwa marah-marah itu, barulah anggaran untuk para staf mengucur deras. Dan akhirnya, Presiden Soeharto meresmikan Proyek Asahan pada 6 November 1984.

Untuk diketahui kontrak dengan Jepang baru berakhir pada 9 Desember 2013. Pemerintah Indonesia lalu mengambil alih saham pihak konsorsium.





loading...
Loading...