Sabtu, 21 Mei 2022

RIAU

Nasib Malang Gajah Dita, Mati Karena Desakan Pemukiman Manusia Hingga Kebun Sawit

news24xx


Gajah Sumatera tewas dengan kondisi perut pecah (Foto: Istimewa/ Rimba Satwa Fondation) Gajah Sumatera tewas dengan kondisi perut pecah (Foto: Istimewa/ Rimba Satwa Fondation)

RIAU1.COM - Malangnya nasib gajah Dita penghuni Suaka Marga Satwa (SM) Balai Raja Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau. Dia baru saja mati menggenaskan dengan kondisi perut pecah ditengah sempitnya tempat tinggal dan minimnya sumber makanan, Senin, 8 Oktober 2019.

Lokasi matinya gajah bernasib malang itu ditengah alih fungsi hutan menjadi permukiman warga, kebun kelapa sawit bahkan kantor pemerintahaan.

Akibatnya, Dita dan kawan-kawan kerap dianggap oleh warga dan pemilik kebun sebagai hama yang merusak kelapa sawit. Sehingga berbagai cara ditempuh agar gajah-gajah dapat hilang. Salah satunya dengan memasang perangkap.

Pembuktiannya, Dita sendiri adalah salah satu korban perangkap. Putusnya kaki Dita menjadi saksi bisu dari keganasan manusia dan pemilik kebun sawit.

"Semuanya bermula pada tahun 2014. Tim Balai Besar KSDA Riau menemukan telapak kaki depannya sudah putus dan segera dilakukan pengobatan," sebut kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA) Suharyono.
Baca Juga: Pemkab Rohul Minta Exit Tol Dibangun, Pemprov Riau Gelar Rapat Khusus



www.jualbuy.com
Baca Juga: Musrenbang Riau 2023 Dimulai, Kemampuan Keuangan Daerah jadi Pertimbangan Utama


Hilangnya kaki gajah Dita lantaran jebakan yang sengaja dibuat oleh masyarakat. Banyaknya jebakan di hutan dan sempitnya kawasan gajah membuat Dita menderita. Berlanjut di tahun 2016. Mereka melakukan pengobatan kembali pada luka pada kaki gajah malang tersebut.

"Terakhir, pada tahun 2018 tim medis kami kembali melakukan pengobatan sebanyak dua kali," jelasnya.

Sebelumnya, seekor gajah liar yang masih tersisa di Suaka Marga Satwa (SM) Balai Raja di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau ditemukan mati, Senin, 7 Oktober 2019.

Kematian hewan dilindungi ini ditengah kondisi SM beralih fungsi menjadi pemukiman dan perkebunan kelapa sawit. Salah satu anggota Rimba Satwa Fondation (RSF) Solfarina menuturkan gajah yang diberi nama Dita ini sudah mati lebih dari satu hari.

"Diperkirakan matinya sudah beberapa hari yang lalu," sebutnya. Kondisi ini diketahui lantaran isi perut dari gajah malang ini sudah pecah.





loading...
Loading...