Minggu, 20 September 2020

ROKAN-HILIR

Mak Tengok Adek, Teriak Abang Bayi yang Terbakar di Ayunan Kebun Karet Rohil

news24xx


Bayi terbakar di Rohilsaat di RS/Info Rohil Bayi terbakar di Rohilsaat di RS/Info Rohil

RIAU1.COM -ROHIL- Diduga kelalaian orang tua, seorang bayi berusia 9 bulan mengalami luka bakar di pungung, akibat kain sarung ayunan terbakar.  

Informasi yang diperoleh Info rohil.com, Senin (3/8) malam menyebutkan, bahwa balita malang buah hati dari pasangan Umar Yusuf Sagala (30) dan Septi (29) yang tinggal di kawasan Dusun Bagan Baru, Kepenghuluan Kasang Bangsawan, kecamatan Pujud ini menderita luka bakar setelah kain sarung ayunannya dilalap api. 
Baca Juga: Bupati Rohil jadi Kepala Daerah Pertama Positif Covid-19 di Riau



www.jualbuy.com

Kapolres Rokan Hilir, AKBP Nurhadi Ismanto SH Sik melalui Kapolsek Pujud, AKP Nur Rahim Sik bahwa peristiwa tragis itu terjadi pada hari Sabtu (1/8) lalu saat keluarga kecil itu berada di kebun karet milik H Kiman yang terletak di Dusun Bagan Baru, Kepenghuluan Kasang Bangsawan kecamatan Pujud.  

Dijelaskan Kapolsek, pada Sabtu (1/8) sekira pukul 07.00 wib ayah dan ibu korban berangkat bekerja menuju kebun karet milik H Kiman dengan membawa kedua anaknya, yakni masing-masing abang korban Abdullah Sagala dan korban untuk menderes pohon karet seperti hari biasanya.

Dan sekira pukul 16.00 wib ayah korban melihat korban mengantuk sehingga ayah korban memasangkan ayunan dengan kain sarung yang sudah dibawa sebelumnya dengan diikatkan di batang pohon karet.

Setelah itu, ayah korban menghidupkan api unggun kecil yang jaraknya sekira setengah meter dari ayunan korban dengan tujuan untuk mengusir nyamuk ataupun agas.

Dan sebelum melanjutkan menderes, selanjutnya sang ayah meminta kepada abang korban untuk menjaga korban yang sedang tidur. Setelah dipahami oleh abang korban selanjutnya ayahny kembali membantu ibu korban melanjutkan menderes pohon karet tersebut.
Baca Juga: Masih Ada 14 Pasien Positif Covid-19 di Rohil, 13 Diantaranya Jalani Isolasi Mandiri

Namun beberapa jam kemudian, tepatnya sekira pukul 17.30 wib ayah korban dan ibu korban melihat abang korban berlari mendekati ayah dan ibu korban dengan menangis sambil berteriak "MAK TENGOK ADEK...TENGOK ADEK".

Mendengar perkataan itu, kemudian ayah dan ibu korban berlari mendekati korban yang jaraknya sekira 50 meter dari tempat ayah dan ibu korban menderes. Dan sesampainya di tempat ayunan korban tersebut ayah dan ibu korban mendapati korban dalam keadaan telungkup dan melihat badan bagian belakang korban sudah mengalami luka bakar.

Sementara kain sarung yang digunakan korban sebelumnya sudah habis terbakar. Lalu ayah korban menanyakan hal tersebut kepada korban dan abang korban mengatakan bahwa dirinya sempat mengasapi adiknya dari bawah menggunakan bara kayu dengan tujuan untuk mengusir nyamuk maupun agas.

"Awalnya korban dibawa oleh kedua orang tuanya ke Puskesmas Pujud. Namun, karena luka yang dialami korban lumayan parah, maka selanjutnya korban dirujuk ke Rumah Sakit Cahaya Ujung Tanjung," jelas AKP Nur Rahim Sik kemarin.


 





loading...
Loading...