Ternyata Hasil Pengawasan BPOM di Bengkalis Pernah Ditemukan Sebanyak 162 Sampel Bahan Pangan Mengandung Boraks

12 November 2021
Ilustrasi bahan pangan mengandung boraks (Foto: iNews)

Ilustrasi bahan pangan mengandung boraks (Foto: iNews)

RIAU1.COM - Bimbingan teknis Penyuluh Keamanan Pangan (PKP) dan pelatihan District Food Inspector (DFI) digelar Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, dr Ersan Saputra, TH.

Kadis Ersan mengungkapkan, hasil pengawasan keamanan dan mutu produk pangan yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selama tahun 2015 ditemukan produk pangan yang mengandung bahan berbahaya yang disalahgunakan sebagai Bahan Tambahan Pangan.

"Sebanyak 162 sampel mengandung Boraks, 110 sampel mengandung Rhodamin B, 228 sampel mengandung Formalin dan 4 sampel mengandung Methanyl Yellow," kata dia.

Sambung dia, pada tahun 2019-2020 Loka POM Dumai dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa usaha Pangan Industri Rumah tangga dan beberapa PIRT dan produk pangan olahan di Bengkalis. 

“Dari kegiatan tersebut banyak ditemukan temuan-temuan non kritikal terhadap mereka. Sehingga dengan demikian dianggap penting bagi kami Dinas Kesehatan untuk menciptakan petugas yang berkompeten dan terampil dalam melakukan pengawasan pangan di lingkungan dinas kesehatan,” ujar Ersan.*