Rabu, 03 Juni 2020

BISNIS

Imbas Wabah Corona, WhatsApp Batasi Pengiriman Video Maksimal Hanya 15 detik

news24xx


Ilustrasi Ilustrasi

RIAU1.COM - WhatsApp memutuskan untuk membatasi panjang maksimum status video untuk pengguna mereka di India imbas virus corona yang semakin meluas. Awalnya, panjang maksimum video 30 detik, saat ini hanya 15 detik.

Menurut Direktur Komunikasi Whatsapp Asia-Pacific, Sravanthi Dev mengungkapkan, India menjadi negara pertama sebab pengguna Whatsapp paling banyak berasal dari India. Selain itu, Whatsapp memprediksi bakal ada kemacetan jaringan data yang terjadi di negara itu.

Baca Juga: Dihantam Covid-19, Jumlah Kunjungan di Mal Pekanbaru Mengalami Penurunan

www.jualbuy.com

"Whatsapp bergabung dengan layanan lain untuk mengurangi potensi kemacetan jaringan seluler selama pandemi virus corona. Caranya, kami membatasi panjang maksimum status video dari 30 detik menjadi 15 detik. Namun, ini hanya bersifat sementara dan akan mengevaluasi feedback dari pengguna," ucapnya.

Berita ini pertama kali dirilis akun Twitter @WABetaInfo dikutip dari Gizmo China. Tindakan ini perlu dilakukan karena pemerintah India menerapkan kebijakan lockdown untuk menekan penyebaran pandemi virus corona SARS-Cov-2.

"Anda (pengguna Whatsapp di India) tidak dapat lagi mengirim video ke Whatsapp Stories lebih dari 16 detik. Anda hanya bisa membuat video berdurasi 15 detik. Mungkin ini inisiatif untuk mengurangi lalu lintas infrastruktur server," cuit @WABetaInfo.

Baca Juga: Penerapan New Normal, Galeri Smartfren Utamakan Protokol Kesehatan Layani Konsumen

Sebelumnya, Facebook dan anak perusahaan Instagram akan menurunkan kualitas gambar video untuk pengguna di Eropa. Langkah ini guna mencegah kepadatan lalu lintas data pengakses video akibat virus corona atau Covid-19.

Melonjaknya data traffic video ini disebabkan banyak orang menghabiskan waktu di rumah akibat pembatasan aktivitas di luar rumah setelah penyebaran Covid-19 beberapa waktu terakhir.

Selain Facebook dan Instagram, Netflix, YouTube, Amazon dan Disney telah memutuskan untuk menurunkan kualitas gambar video.

 


Sumber: CNNIndonesia





loading...
Loading...