Menkes Uji Kadar Gula, Minuman Ini Ternyata Masuk Level Terburuk

22 Juni 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Minuman manis siap saji yang sehari-hari mudah ditemui kini tak lagi sekadar soal rasa. Kementerian Kesehatan mulai memperkenalkan cara baru untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak dalam minuman yang mereka konsumsi.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan uji coba 'blind test' berbagai minuman populer. Dari hasil penilaian tersebut, setiap minuman kemudian dikelompokkan ke dalam sistem Nutri Level, dari A hingga D.

Dalam penjelasannya, Budi menyebut ice americano tanpa tambahan gula menjadi pilihan dengan kategori terbaik.

"Setelah saya coba blind test nih, Ice Americano yang tidak ada rasa manisnya masuk di level yang paling bagus yaitu Level A. Es teh manis masuk di Level B. Kopi susu masuk di Level C. Sementara minuman yang rasanya manis banget seperti matcha manis dan milk tea boba masuk di Level D," ujar Budi dikutip CNNIndonesia.com dari akun Instagramnya.

Level A ditandai dengan kombinasi huruf A dan warna hijau tua, yang menunjukkan kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) paling rendah. Semakin tinggi levelnya, semakin besar pula kandungan GGL dalam minuman tersebut.

Level B berwarna hijau muda, Level C kuning, dan Level D merah sebagai kategori dengan kandungan tertinggi.

Sistem pelabelan ini merupakan bagian dari upaya edukasi publik yang tengah disiapkan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tujuannya, mendorong masyarakat lebih sadar terhadap asupan gula harian, terutama dari minuman siap saji yang sering dikonsumsi tanpa disadari.

Kebijakan ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat membuat pilihan yang lebih sehat saat membeli minuman, termasuk saat memesan melalui layanan daring.

Meski begitu, minuman manis bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Kemenkes menekankan bahwa konsumsi tetap diperbolehkan, selama tidak berlebihan.

"Minuman-minuman ini tetap boleh kok dikonsumsi, tapi jangan sering-sering, sesekali saja ya," kata Budi.*