Ini Kata WNI Di Amerika Yang Tak Bisa Mudik Ke Tanah Air

4 Juni 2019
Ilustrasi suasana mudik dalam pesawat (Foto: Zar/Riau1.com)

Ilustrasi suasana mudik dalam pesawat (Foto: Zar/Riau1.com)

RIAU1.COM -Lebaran dan Mudik menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi umat muslim tanah air. Begitu juga yang dirasakan Maya Tahir Utomo, WNI sekaligus ibu satu anak yang menetap selama 25 tahun di Maryland, Amerika Serikat. 


Berat rasanya saat kumandan takbir terdengar namun badan masih saja berada di perantauan. Dikutip dari voaindonesia.com, Selasa, 4 Juni 2019 Maya tak pulang lantaran tingginya harga tiket pesawat. 

Membuatnya harus berpikir dua kali jika ingin mudik ke Gorontalo, Sulawesi Utara. Mengajak serta suami dan putra semata wayang.

"Harga tiket pesawat berkisar 1.500-2.000 dolar atau sekitar Rp21-Rp28 juta per orang. Jadi berpikir dua kali kalau mau pulang," jelasnya.

Rindu yang teramat sangat juga dirasakan oleh Nana Tegal yang sudah tidak pulang ke tanah air sejak tahun 2013.

"Terakhir pulang tahun 2013 ketika ibu saya sakit. Tapi setelah itu kami sekeluarga tidak pernah mudik lagi karena di sini saya harus menjaga ibu mertua yang memang benar-benar harus dirawat dan sudah sepuh,"imbuhnya.

"Kedua, alasannya juga biaya. Jika pulang, kami harus membeli tiket untuk saya, suami dan tiga anak. Belum lagi kalau pulang masa gak bawa apa-apa,"sebutnya.
Meskipun tidak dapat melanjutkan tradisi mudik, WNI-WNI ini bersyukur dengan hadirnya teknologi canggih.

Jarak yang dibatasi oleh benua jadi tak berarti hanya dengan layanan live streaming seperti video call. Sehingga dapat saling bertegur sapa dan saling memberi informasi kondisi lebaran di daerah masing-masing.