Rencana Kerja Sama Praktis Indonesia dengan Bosnia

13 Januari 2026
Menhan Bosnia dan Herzegovina Zukan Helez

Menhan Bosnia dan Herzegovina Zukan Helez

RIAU1.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Bosnia dan Herzegovina Zukan Helez menggelar pertemuan dengan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di kantor Kemenhan Bosnia dan Herzegovina, Sarajevo, Ahad (11/1/2026). Dia menyoroti bahwa hasil terpenting dari pertemuan tersebut, adalah dimulainya kerja sama bilateral militer formal.

Keduanya menghasilkan penandatanganan pernyataan bersama tentang dimulainya proses penyusunan dokumen tentang kerja sama militer antara Bosnia dan Herzegovina dan Indonesia. 

"Perdamaian tidak punya alternatif. Kami juga membahas isu-isu keamanan global, termasuk situasi di Ukraina dan Rusia, serta konflik antara Thailand dan Kamboja, yang penting bagi mereka dan bagi kita dan harus diselesaikan secara damai," kata Helez dalam pernyataannya dikutip Republika dari Sarajevo Times, Selasa (13/1/2026).

"Kami mengharapkan perdamaian akhir di Gaza, dan saya percaya bahwa Angkatan Bersenjata Bosnia dan Herzegovina dan pasukan Indonesia dapat memiliki misi di sana di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, bersama-sama membantu rakyat Gaza dan berkontribusi pada pemulihannya. Terlepas dari jarak yang jauh, kami terus memperkuat kerja sama antara kedua negara," kata Helez melanjutkan.

Selain itu, kerja sama kedua negara juga semakin meningkat. Menurut Helez, Indonesia akan menempatkan atase militer di Sarajevo, yang sekarang dirangkap dengan Beograd, Serbia. Tidak hanya itu, kata dia, Menhan Sjafrie juga tertarik kerja sama industri pertahanan Pretis, yang memproduksi amunisi mortar, artileri, tank, antitank, roket, hingga granat senapan.

"Kami membahas beberapa topik penting hari ini, dan salah satu isu kuncinya adalah pembentukan atase militer tetap, karena sampai sekarang atase militer dari Beograd juga mencakup Bosnia dan Herzegovina. Kami juga memiliki kerja sama di bidang industri khusus, dan kami akan mengunjungi Pretis di Vogosca. Kami menyimpulkan bahwa industri khusus kami termasuk yang terbaik di dunia, dengan tradisi yang panjang, dan bahwa para insinyur dan ahli kami dapat mentransfer pengetahuan berharga ke industri pertahanan Indonesia," kata Helez.

Menhan Sjafrie menekankan, Indonesia terbuka untuk lebih memperkuat kerja sama pertahanan dengan Bosnia dan Herzegovian. Dia mengaku, membahas kemungkinan pembentukan kerangka kerja terstruktur untuk kerja sama, termasuk pengembangan nota kesepahaman sebagai dasar untuk kolaborasi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

"Kami sepakat untuk secara bertahap mengembangkan kerja sama yang akan mengarah pada penandatanganan perjanjian kerja sama. Kami juga akan mendorong kerja sama praktis melalui pendidikan, dialog, pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, dan bentuk keterlibatan lainnya. Kami percaya bahwa proses ini akan membantu kami membangun kepercayaan dan berkontribusi pada keberlanjutan perdamaian di dunia," kata Sjafrie.