Wakil Presiden (Wapres) Filipina, Sara Duterte
RIAU1.COM - Sidang pemakzulan Wakil Presiden (Wapres) Filipina, Sara Duterte, kembali berlangsung, Kamis. Persidangan hari ke-36 itu dilakukan dengan agenda pemeriksaan yang menyoroti dugaan ketidaksesuaian antara pendapatan dan kekayaan yang dilaporkan Sara.
Namun persidangan dilaporkan diwarnai perdebatan antara tim penuntut dan pengacara pembela mengenai dokumen pajak. CNBCIndonesia mengutip Philippine Daily Inquirer dan Philstar, Jumat (9/10/2026), tim penuntut menghadirkan pejabat Biro Pendapatan Internal Filipina (BIR), Anne Loraine Garcia-Marquez, untuk memberikan kesaksian terkait catatan pajak Sara dan suaminya, Manases Carpio.
Ketegangan terjadi ketika pengacara pembela Kristine Ferrer mempertanyakan dasar hukum penayangan dokumen pajak pasangan tersebut di hadapan publik. Ferrer mengacu pada aturan perlindungan data pribadi, sementara tim penuntut berpendapat informasi pendapatan diperlukan untuk menguji dugaan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan.
Jaksa penuntut secara terbuka Ferrer karena dianggap sengaja berbelit-belit. Ketua sidang, Senator Francis Escudero, akhirnya mengizinkan penayangan ringkasan data pajak, tetapi melarang dokumen sumber ditampilkan secara terbuka.
Persidangan sempat tertunda pada pagi hari setelah tim penuntut meminta perubahan urutan saksi. Namun, setelah jeda, Garcia-Marquez akhirnya memberikan kesaksian pada siang hari.
Pendapatan dan Kekayaan Jadi Sorotan
Dalam kesaksiannya, Garcia-Marquez menyebut Sara Duterte dan suaminya mencatat gabungan pendapatan bersih setelah pajak sekitar 85,34 juta peso Filipina sepanjang 2007 hingga 2025. Angka tersebut menjadi perhatian tim penuntut karena Sara melaporkan kekayaan bersih sekitar 98,66 juta peso dalam laporan harta, kewajiban, dan kekayaan bersih atau Statement of Assets, Liabilities and Net Worth (SALN) untuk 2025.
Tim penuntut menilai perbedaan antara total pendapatan dan kekayaan yang dilaporkan perlu ditelusuri lebih lanjut. Namun, selisih tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya tindak pidana karena kekayaan bersih dapat berasal dari sumber lain, termasuk aset yang diperoleh sebelumnya.
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari Pasal II dakwaan pemakzulan, yang menyoroti dugaan akumulasi kekayaan yang tidak dapat dijelaskan. Pejabat BIR tersebut juga mengonfirmasi adanya surat kewenangan audit yang diterbitkan lembaganya.
Dalam persidangan, tim penuntut turut menyoroti catatan pendapatan Sara dari praktik hukum serta kompensasi dari pemerintah Kota Davao pada 2023, ketika ia telah menjabat sebagai wakil presiden. Tim penuntut mempertanyakan apakah penerimaan tersebut sesuai dengan ketentuan konstitusi Filipina yang membatasi wakil presiden memegang jabatan lain atau menjalankan profesi tertentu. Persoalan ini masih menjadi bagian dari pemeriksaan di pengadilan pemakzulan.
Pertarungan Politik di Filipina
Sara Duterte merupakan putri mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan sebelumnya berpasangan dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr. dalam pemilihan presiden 2022. Namun, hubungan politik keduanya kemudian memburuk dan berkembang menjadi perseteruan terbuka.
Dakwaan pemakzulan terhadap Sara mencakup dugaan kekayaan yang tidak dapat dijelaskan serta sejumlah tuduhan lain. Sara membantah melakukan pelanggaran.
Jika dinyatakan bersalah dalam proses pemakzulan, ia dapat kehilangan jabatan. Ia juga menghadapi larangan permanen untuk menduduki jabatan publik, sesuai ketentuan yang berlaku.
Persidangan masih berlanjut hingga kini. Pada Jumat, tim pembela dijadwalkan melanjutkan pemeriksaan silang terhadap saksi BIR sebelum tim penuntut berpotensi menghadirkan ahli keuangan untuk menghubungkan catatan pajak, rekening bank, dan laporan kekayaan yang menjadi pokok perkara.
Dengan pemeriksaan tersebut, perhatian kini tertuju pada apakah tim penuntut dapat menunjukkan bukti yang cukup untuk mendukung tuduhan dalam proses pemakzulan Sara Duterte.*