Inflasi di Kampar Tinggi, Ini Penjelasan Pj Sekda Ardi

14 Januari 2026
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Ardi Mardiansyah

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Ardi Mardiansyah

RIAU1.COM - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Ardi Mardiansyah, memimpin rapat koordinasi Penyiapan Bahan Ekspos Bupati Kampar sekaligus membahas langkah-langkah strategis pengendalian inflasi menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kampar, Bulog Kabupaten Kampar, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kampar.

Dalam arahannya, Pj Sekda Kampar Ardi Mardiansyah menyampaikan bahwa Kabupaten Kampar saat ini masuk dalam dengan tingkat inflasi tetinggi di Indonesia yang disebabkan berbagai harga komoditi yang mengalami kenaikan seperti cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, emas perhiasan dan kelompok makanan, minuman dan tembakau yang terjadi pada bulan Desember 2025 yang mengalami inflasi 4,20 persen. 

Kondisi ini kata Ardi Mardiansyah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kampar, terutama menjelang momentum Ramadhan dan Idul Fitri yang biasanya diiringi dengan peningkatan kebutuhan dan konsumsi masyarakat.

“Oleh karena itu, kita akan mempersiapkan bahan-bahan ekspos Bupati Kampar yang akan disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri pada rapat mendatang terkait kondisi inflasi di Kabupaten Kampar,” ujarnya.

Ardi Mardiansyah menjelaskan bahwa tingginya inflasi tidak terlepas dari pengaruh harga pangan serta ketersediaan dan pasokan pangan di daerah. Untuk itu, ia meminta seluruh unsur TPID Kabupaten Kampar agar dapat menyusun langkah-langkah pengendalian inflasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

Menjelang Ramadhan, Pj Sekda Kampar juga menekankan agar TPID Kabupaten Kampar melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan pangan serta memantau dinamika kenaikan harga di lapangan, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih awal.

“Dengan kesiapan dan koordinasi yang baik, kita berharap gejolak harga dapat dikendalikan dan masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadhan dan Idul Fitri dengan tenang,” tutupnya.*