Bupati Suhardiman Amby Klaim Masyarakat Kuansing Hidup Rukun

28 November 2025
Pertemuan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau dengan Pemkab Kuansing

Pertemuan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau dengan Pemkab Kuansing

RIAU1.COM - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Dr Suhardiman Amby menerima audiensi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau. Kunjungan ini dalam rangka memperkenalkan kepengurusan baru FPK sekaligus mempererat silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

FPK sebagai wadah pemersatu bangsa memiliki peran penting dalam memelihara harmoni antar ras, agama, suku, dan golongan. Organisasi ini menjadi jembatan komunikasi untuk menjaga nilai kebangsaan serta memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bupati Kuantan Singingi menyampaikan bahwa kehidupan sosial masyarakat Kuansing selama ini terjaga dengan baik. Ia menegaskan bahwa keberagaman suku yang ada justru menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat.

“Di Kuansing, masyarakat yang berasal dari berbagai suku sangat mudah membaur. Selama ini, seluruh masyarakat hidup rukun dan saling menghargai,” ujar Bupati.

Bupati Suhardiman Amby juga menambahkan bahwa Pemerintah Daerah selalu mendukung kegiatan positif yang memperkuat persatuan dan tidak bertentangan dengan norma dan budaya masyarakat Kuansing.

“Selama tidak ada kegiatan yang bersifat frontal dan dapat mengganggu kerukunan, pemerintah akan mendukung. Kerukunan di Kuansing berlandaskan prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Seluruh perbuatan harus selaras dengan norma, adat, dan budaya yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan FPK Provinsi Riau mengapresiasi kondisi kerukunan masyarakat Kuansing, termasuk dukungan terhadap berbagai kegiatan budaya yang berlangsung di daerah tersebut.

Ke depan, FPK Kuantan Singingi merencanakan sejumlah program pembinaan, khususnya dalam membangun karakter generasi muda agar tetap memiliki rasa persatuan dan kesatuan sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan bangsa.*