Wiranto Janji Tak Batasi Akses Medsos Selama Sidang Sengketa Pilpres di MK, Tapi...
Menko Polhukam RI, Wiranto
RIAU1.COM - Menko Polhukam RI, Wiranto berjanji tidak akan melakukan pembatasa akses media sosial (medsos) selama sidang sengketa perselisihan hasil Pemilu (PHPU) yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK) mulai Jumat 14 Juni 2019 esok.
Wiranto menyatakan, tindakan membatasi akses medsos tidak diperlukan jika situasi cukup aman dan lalu lintas medsos tidak membahayakan.
"Saya sudah berjanji kalau keadaannya cukup aman, tidak ada kegiatan medsos yang ekstrim ya tidak akan diapa-apain (pembatasan medsos), ngapain cari kerjaan seperti itu dan kemudian merugikan kepentingan masyarakat" kata Wiranto, dilansir Republika.co.id, Kamis 13 Juni 2019.
Wiranto mengungkapkan, pembatasan medsos yang dilakukan Pemerintah pada 22-24 Mei lalu dilakukan karena situasi dinilai membahayakan keamanan nasional.
"Saat itu, lalu lintas media sosial dinilai terlalu ekstrim dan membahayakan keamanan, sehingga Pemerintah melambatkan lalu lintas medsos," ungkapnya.
Selain itu, Wiranto mengakui pembatasan medsos memang merugikan masyarakat. "Dan itu sudah selesai dan sudah kita cabut kembali, itu keadaan yang betul-betul membutuhkan dan kita udah minta maaf kepada pengguna medsos yang dirugikan, kita minta maaf," sebutnya.
Wiranto berharap peran serta masyarakat pengguna internet untuk mencegah beredarnya konten berita bohong atau hoaks di medsos. Menurutnya, arus lalu lintas medsos akan lancar selama hoaks tidak banyak berkeliaran.
"Maka kalau tidak ingin dilemotkan, kalau tidak ingin diganggu lagi medsos itu ya kita mengharapkan masyarakat berpartisiasi, jangan membiarkan hoaks, merusak, bohong, mengadudomba, itu dibiarkan berkeliaran di negara Indonesia," tukasnya.