Rumah Bung Hatta (Foto: Istimewa/Internet)
RIAU1.COM - Rumah kelahiran Bapak Proklamator Indonesia, Bung Hatta Di Bukittinggi Jalan Soekarno-Hatta sempat runtuh di tahun 1960an.
Dikutip dari museumindonesia.com, Minggu, 28 Juli 2019 runtuhnya rumah tersebut karena terbuat dari bahan kayu. Diperkirakan sudah dibangun pada tahun 1860-an.
Pelaksanaan pembangunan baru dimulai pada tanggal 15 Januari 1995 dan diresmikan pada tanggal 12 Agustus 1995. Bertepatan dengan hari kelahiran Bung Hatta dan peringatan 50 tahun Indonesia Merdeka.
Pembangunan kembali rumah kelahiran Bung Hatta ini bermula dari Ketua Yayasan Pendidikan Wawasan Nusantara (sekarang bernama Yayasan pendidikan Bung Hatta).
Kemudian pada bulan September 1994, lahan rumah dibebaskan oleh pemerintah daerah kota Bukittinggi. Pada bulan November 1994 sampai dengan Januari 1995 penelitian dilakukan untuk mendapatkan bentuk rumah asli berdasarkan foto milik keluarga.
Setelah selesai, rumah kemudian mulai dibangun. Sebelum rampung, rumah ini menghabiskan 266 meter persegi sasak dari batuang (bambu) yang didatangkan khusus dari Batusangkar, 525 meter persegi tadir pariang dari Payakumbuh.
Kemudian 75 meter persegi kayu banio tampuruang dari Muara Labuh, kayu ruyuang, 1.600 zak Semen Indarung, 336 meter persegi pasir pasang, 138 meter persegi batu kali dari Padang Tarok, 25.000 buah batubata dari Payakumbuh.
Khusus untuk kelengkapan rumah seperti kunci-kunci, grendel dan tiang serba kuno didatangkan langsung dari berbagai pihak dan masyarakat sekitar hingga rumah mendekati aslinya.