Ilustrasi Tuanku Imam Bonjol saat ditawan (Foto: Istimewa/internet)
RIAU1.COM - Setelah Imam Bonjol ditangkap pada 28 Oktober 1837 di Sumatera Barat oleh pasukan Belanda, mereka lalu menawannya ke Cianjur, Ambon dan akhirnya pada 1841 dibuang ke Keresidenan Manado daerah Minahasa.
Disana, Imam Bonjol sempat mengislamkan Kopral KNIL (tentara Belanda). Ceritanya bermula tahun 1850 saat tentara yang bernama Apolos Minggu ini ditugaskan di Lotta menjaga sang imam dikutip dari tulisan Sjafnir Abu Nain dalam Tuanku Imam Bonjol: Suatu Studi Sejarah Intelektual Islam di Sumatera Barat 1784-1832 (1988: 83) dan tirto.id, Jumat, 22 November 2019.
Saat mengawal, kopral ini justru dekat dengan orang-orang penting termasuk Imam Bonjol. Bahkan dia diberi kesempatan untuk mengawini putri Mayor Parengkuan bernama Wihelmina Parengkuan.
Semasa mengawal tawanan, Apolos Minggu tidak memposisikan Imam Bonjol dan keluarganya seperti tawanan perang. Hingga akhirnya dia memeluk Islam.
Imam Bonjol hidup di sana lebih dari 10 tahun hingga ia wafat pada 6 November 1864. Makamnya berada tidak jauh dari Jalan Poros Manado-Tomohon.