Sabtu, 25 Januari 2020

NASIONAL

Setelah Terjebak Dua Hari dalam Lubang 250 Meter, Sembilan Penambang Berhasil Diselamatkan dari Banjir Bandang dan Longsor di Lebak

news24xx


Ilustrasi tambang.  Ilustrasi tambang.

RIAU1.COM - Sebanyak 9 orang  penambang emas  ilegal berhasil diselamatkan dari terjangan banjir dan tanah longsor, setelah terjebak selama dua hari dua malam di lubang sedalam 250 meter. 

Mereka diselamatkan oleh petugas dalam kondisi lemas. 

Kejadian ini terjadi di Lobang Tambang Masyarakat Desa Citorek Barat Kabupaten Lebak, Banten pada Jumat (6/12) lalu.

"Alhamdulillah sembilan orang masyarakat yang terjebak di penambangan emas ilegal Citorek Kidul sudah terselamatkan dan semuanya sehat walafiat," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo kepada  CNNIndonesia.com, Minggu (8/12).

Baca Juga: Ketika Mulyana Wira Dianggap Koruptor Pertama Sepanjang Sejarah KPU RI

www.jualbuy.com 

Agus menjelaskan longsor terjadi karena banjir akibat aliran Sungai Cimadur di beberapa Desa di Kecamatan Bayah, Banten. Penyebab dari banjir ini akibat meluap   aliran sungai Cimadur.


"Dan begitu meluapnya sungai Cimadur jadi membanjiri perkampungan yang ada di Bantaran sungai Cimadur. Saat ini warga yang berada di bantaran sungai Cimadur mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, Tahan hujan masih aktif," jelas dia.

Tercatat ada daerah di sekitarnya yang ikut terendam udara.

 Pertama, Kampung Sukajaya Desa Bayah Timur dengan jumlah bangunan yang terendam sebanyak 40 Rumah dengan ketinggian rata-rata udara 10-30 cm. 

Selanjutnya, Kampung Hegarmanah, Kampung Cimeundeut, Kampung Taringgul di Desa Cimancak.

"Dengan jumlah bangunan yang terendam kurang dari 50 rumah dan rata-rata tinggi air 10 hingga 30 cm," ujar dia.

Ada pun mereka yang selamat adalah Halsa, Juli, Ade, Batak, Fai, Dari, Ansa, Hamdan dan Surhaman.

Baca Juga: Perbedaan Warga Tionghoa, Arab Dan Pribumi Era Kerajaan Majapahit

Iklan Riau1  

Sementara itu, ada tiga penambang lainnya yang sejak awal sudah berhasil keluar dari nama Hilman, Eye dan Enay.

 Untuk menanggulangi insiden ini, Basarnas ikut serta dengan BNPB dan BPBD sudah berada di lokasi.

R1 Hee. 





Loading...