Bahar bin Smith/net
RIAU1.COM -JAKARTA- Habib Bahar bin Smith menyebutkan bahwa dirinya dalam keadaan sehat wal afiat dan mendapatkan perlakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Hal ini untuk mengklarifikasi adanya kabar bahwa Habib Bahar mendapatkan siksaan di Lapas Batu, Nusakambangan.
"Saya diperlakukan dengan bagus, sesuai dengan SOP. Seluruh petugas yang terkait dengan masalah lapas, baik di Gunung Sindur dan Nusakambangan, semua melayani saya sesuai standar. Jadi tidak ada seperti kabar di luar sana, bahwasanya saya dipukuli, saya bonyok-bonyok, tidak ada itu," ujarnya dalam video berdurasi 4 menit 49 detik di akun YouTube TvOne, Senin (25/5).
Pesan ini pun ditunjukan, kata Habib Bahar, khusus untuk keluarga, istri dan murid-muridnya.
Ia juga menyebutkan, bahwa keluarga dan orang terdekatnya sangat memahami karakternya yang seperti 'bola karet', apabila semakin ditekan bukannya semakin menunduk justru semakin menjadi.
"Dan disini semuanya baik, lembut dan saya juga sebagai warga binaan yang baik, kalau petugas baik kepada saya, maka saya berlaku lebih baik lagi. Saya lebih nurut lagi."
"Tapi kalau saya diperlakukan buruk dari awal, maka saya lebih buruk dan jahat lagi," kata dia.
Kemudian, soal rambut yang dipotong, Habib Bahar menyebutkan, itu adalah SOP di Nusakambangan bahwa setiap warga binaan yang baru harus dipotong rambutnya. "Dan saya sebagai warga binaan yang taat dan patuh kepada aturan, saya bersedia dipotong rambutnya tanpa ada paksaan dari pihak mana pun," jelasnya.
Terkait dengan sakit lambung yang dideritanya, Habib Bahar menyebutkan, bahwa petugas setiap hari melakukan pengecekan kesehatan dan tensi, untuk memastikan kesehatan warga binaan.
"Jadi keluarga tidak usah khawatir karena hampir setiap hari saya dicek terus. Karena mereka khawatir kalau ada apa-apa mereka juga akan kena. Mereka sesuai dengan SOP melayani dengan baik, tidak ada saya dipukuli, tidak ada. Saya di sini dilayani dengan baik dan sesuai dengan standar," ungkapnya. (Bisma)