Mesti Dolar Dekati Rp17.000, Anak Buah Prabowo Sebut Ekonomi RI Solid

17 Maret 2026
Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

RIAU1.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) bersinergi untuk menjaga stabilitas rupiah. Seperti diketahui bahwa dolar mendekati Rp17.000/1US$ pada perdagangan hari ini.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda dibuka terdepresiasi sebesar 0,47% ke posisi Rp16.980/US$. Rupiah juga ditutup melemah 0,15% di level Rp16.900/US$.

Airlangga mengatakan bahwa BI berperan menjaga stabilitas rupiah, sementara pemerintah memastikan ekonomi Indonesia tetap solid.

"Jadi ini adalah tugas daripada Bank Indonesia, ini tugas dari BI untuk menjaga stabil rupiah. Dan dari pemerintahan kita sudah menjaga makro yang secara pruden dan kondisi perekonomian kita masih solid," kata Airlangga kepada awak media pada Senin (16/3/2026) di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta yang dimuat CNBCIndonesia.com.

Dirinya juga memastikan bahwa pemerintah tidak serta merta agresif dalam menghadapi dolar yang mencapai posisi terburuk dibandingkan krisis moneter 1998 tersebut.

"Jadi kita juga, ya kita lihat saja situasi dan kita tetap pemerintah konservatif tidak terburu-buru untuk merespons dinamika dari luar," ujarnya.

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih dibayangi sentimen eksternal, terutama penguatan dolar AS di pasar global.

Indeks dolar AS terus menguat dan bergerak menuju level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tajam 0,68% ke level 99,655 sehingga memengaruhi gerak rupiah terhadap dolar AS.

Penguatan ini terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia yang telah menembus US$100 per barel, di tengah kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah dapat memicu gangguan pasokan energi global dalam jangka lebih panjang.*