Rabu, 20 Januari 2021

PEKANBARU

Ervinna, Istri Kapolresta Pekanbaru Jadi Wanita Pertama yang Disuntik Vaksin Sinovac

news24xx


Ervinna, istri Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya yang juga menjabat Ketua Bhayangkari menjadi wanita pertama yang disuntik vaksin Sinovac di Puskesmas Rejosari, Kamis (14/1/2021). Foto: Istimewa.  Ervinna, istri Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya yang juga menjabat Ketua Bhayangkari menjadi wanita pertama yang disuntik vaksin Sinovac di Puskesmas Rejosari, Kamis (14/1/2021). Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -Ervinna menjadi wanita pertama disuntik vaksin Sinovac di Puskesmas Rejosari, Kota Pekanbaru, Kamis (14/1/2021). Ervinna merupakan istri Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya yang juga menjabat Ketua Bhayangkari. 

Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru Azwan mengatakan, ada 6 pejabat publik dan 4 tokoh agama yang disuntik vaksin Sinovac. Salah satu pejabat publik itu ternyata ada seorang wanita yaitu Ketua Bhayangkari Polresta Pekanbaru Ervinna. 

"Beliau merupakan istri Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang," ujarnya.

Baca Juga: PKS Ajukan Diri Bantu Pemko Pekanbaru Tangani Masalah Sampah



www.jualbuy.com

Untuk diketahui, vaksinasi dilakukan terhadap pejabat publik dan tokoh agama sebanyak 10 orang. Para pejabat publik itu antara lain, Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Kapolresta Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya, Kapten Nizam (Kasi Ops Kodim 0301 Pekanbaru. 

"Dandim sedang bertugas di Bandung," jelasnya. 

Selanjutnya, Kajari Pekanbaru Andi Suharlis, Sekdako Pekanbaru Muhammad Jamil, tokoh agama Islam dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Akbarizan. 

Baca Juga: 18 OPD Pemko Pekanbaru Ajukan 120 Kendaraan Dinas Tua untuk Dilelang, Tunggu Verifikasi BPKAD

Kemudian, Ketua Bhayangkari Polresta Pekanbaru Ervinna, tokoh agama Buddha Sarjoko, tokoh agama Hindu I Nyoman Tutri Janata, tokoh agama Kristen Pendeta Lewis Efraim Sitompul. 

Semula, ada 18 orang yang ditentukan berdasarkan rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kemudian dilakukan skrining atau pemeriksaan kesehatan dari 18 orang tersebut. 

"Hasil skrining, enam orang tak memenuhi syarat karena ada penyakit diabetes dan tekanan darah tinggi," ucap Azwan.





loading...
Loading...