Disperindag Pekanbaru berharap harya cabai tak mengalami kenaikan siginifikan akibat musim kemarau. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mewaspadai potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan akibat fenomena El Nino. Kondisi kemarau yang berkepanjangan dikhawatirkan memicu gagal panen sehingga berdampak terhadap pasokan dan harga pangan di pasaran.
Kepala Disperindag Pekanbaru Yulianis, Senin (24/8/2026), mengatakan, harga cabai di pasaran masih tergolong tinggi saat ini. Harga cabai merah berada di kisaran Rp50.000 per kilogram. Sedangkan cabai rawit mencapai sekitar Rp65.000 per kilogram.
"Kenaikan harga cabai harus kami waspadai, terutama dalam kondisi kemarau akibat El Nino," ujarnya.
Potensi gagal panen perlu diantisipasi karena dapat mengganggu ketersediaan pasokan cabai. Jika produksi menurun sementara permintaan tetap tinggi, harga komoditas tersebut berpotensi kembali mengalami kenaikan.
Selain cabai, Disperindag juga memberi perhatian terhadap kenaikan harga daging ayam ras. Saat ini, harga daging ayam ras berada di kisaran Rp37.000 per kilogram.
"Harga tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp10.000 dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp27.000 per kilogram. Salah satu penyebab kenaikan harga ayam ras itu dipengaruhi meningkatnya biaya transportasi," ungkap Yuli.
Kenaikan harga ayam ras juga terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Meski demikian, Disperindag terus melakukan langkah antisipasi agar kenaikan tidak semakin tinggi dan membebani warga.
"Kami terus memantau fluktuasi harga bahan pangan di pasaran. Sekaligus, kami memantau aktivitas distributor pangan, terutama ayam ras," ujar Yuli.
