Mendagri Jadikan Pemko Pekanbaru Contoh Keberhasilan Tingkatkan PAD

7 Mei 2026
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Mendagri Tito Karnavian. Foto: Surya/Riau1.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama Mendagri Tito Karnavian. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memuji inovasi dan strategi yang dilakukan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru. Apresiasi tersebut disampaikan Tito saat menghadiri kegiatan Deklarasi dan Pengukuhan Dewan Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi) Periode 2026–2031, Senin (4/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Tito secara langsung memperlihatkan sebuah artikel berita yang memuat capaian peningkatan PAD Kota Pekanbaru di hadapan para peserta kegiatan. Ia menilai strategi yang diterapkan Pemko Pekanbaru berhasil memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan daerah.

“Ini contoh konkret bagaimana kepala daerah bisa berinovasi untuk meningkatkan PAD. Pekanbaru menunjukkan progres yang baik,” katanya.

Artikel yang ditampilkan tersebut memuat sejumlah langkah strategis yang dilakukan Pemko Pekanbaru, mulai dari optimalisasi sektor pajak daerah, digitalisasi sistem pelayanan, hingga penguatan pengawasan terhadap potensi kebocoran pendapatan. Langkah tersebut tidak hanya efektif dalam meningkatkan PAD, tetapi juga mencerminkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Diharapkan, strategi yang diterapkan Agung Nugroho dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain di Indonesia dalam menggali potensi pendapatan daerah secara maksimal.

“Langkah seperti ini patut dicontoh. Daerah lain bisa belajar dari Pekanbaru dalam menggali potensi PAD secara maksimal,” ucap Tito.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni menyebut, Pemko Pekanbaru mencatat sejumlah capaian keuangan yang signifikan dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Peningkatan tersebut terlihat dari kenaikan PAD, penyelesaian utang tunda bayar yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, hingga percepatan pembangunan daerah.

Pada 2024, Kota Pekanbaru sempat mengalami defisit anggaran. Namun pada tahun 2025, kondisi keuangan daerah berhasil berbalik menjadi surplus.

“Tidak hanya penyelesaian utang, program pembangunan dan perbaikan infrastruktur juga berjalan dan langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Tingkat kepercayaan pegawai terhadap pemerintah daerah meningkat seiring kemampuan Pemko Pekanbaru membayarkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) hingga 14 bulan. Di sisi lain, kepuasan masyarakat dinilai turut meningkat berkat berbagai program pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan yang dirasakan langsung oleh warga.

“Ini menunjukkan pengelolaan keuangan daerah yang semakin baik dan berdampak nyata, baik bagi aparatur maupun masyarakat luas,” tutupnya.