Pemko Pekanbaru Bakal Overlay Jalan Teratai, Pedagang Pasar Kodim Direlokasi ke Pasar Higienis

24 Juli 2026
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru memastikan Jalan Teratai di kawasan Pasar Kodim akan di-overlay (pengaspalan ulang) tahun ini. Sebelum pekerjaan dilakukan, pemko meminta para pedagang yang selama ini berjualan di badan jalan untuk direlokasi ke Pasar Higienis yang telah disiapkan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho di Aula Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Jumat (24/7/2026), mengatakan, kondisi Jalan Teratai sudah mengalami kerusakan cukup parah. Sehingga, Jalan Teratai perlu segera diperbaiki. Namun, perbaikan jalan akan sia-sia jika aktivitas perdagangan di badan jalan masih terus berlangsung.

"Jalan di Pasar Kodim itu memang sudah rusak parah dan akan kami overlay tahun ini. Namun, saya sebenarnya enggan mengaspal kalau jalan tersebut masih dijadikan lokasi berjualan. Karena, warga yang tinggal di sana tidak bisa melintas dengan nyaman," ujarnya.

Keberadaan pedagang di badan jalan selama ini juga menjadi keluhan warga sekitar. Karena itu, pemko telah berkoordinasi dengan camat, lurah, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta para pedagang untuk mencari solusi terbaik. Seluruh pihak telah berkomitmen mengembalikan fungsi Jalan Teratai sebagai fasilitas umum setelah dilakukan perbaikan.

"Ada komitmen bersama dari tokoh masyarakat, ketua RT-RW, lurah, camat, hingga para pedagang. Setelah jalan diaspal, diharapkan tidak ada lagi aktivitas berjualan di badan jalan," ungkap Agung.

Sebagai solusi, Pemko Pekanbaru mengarahkan para pedagang untuk menempati Pasar Higienis yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut. Pasar milik pemko itu dinilai lebih layak dan memang disiapkan sebagai tempat berdagang.

Upaya penertiban pedagang di kawasan Pasar Kodim bukan persoalan baru. Meski sudah beberapa kali dilakukan penataan, masih ada pedagang yang kembali berjualan di badan jalan. Karena itu, pemko memilih mengedepankan pendekatan persuasif dibandingkan tindakan yang bersifat represif.

"Kami tidak ingin bertindak arogan ataupun mematikan usaha pedagang. Yang kami inginkan adalah solusi. Karena tempat berdagang sudah tersedia, maka kami dorong para pedagang untuk pindah ke sana agar jalan dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya," ucap Agung.

Ia berharap seluruh pihak dapat mendukung kebijakan tersebut. Sehingga, penataan kawasan Pasar Kodim dapat berjalan dengan baik, sekaligus menciptakan lalu lintas yang lebih lancar, lingkungan yang tertata, dan aktivitas perdagangan yang tetap berlangsung di lokasi yang telah disediakan pemerintah.