Ketika Orang Afrika Kaget Mendengar Presiden Sukarno Lengser Karena Rakyat

21 Juni 2020
Presiden RI Sukarno saat berpidato di KAA Bandung (foto: Istimewa/internet)

Presiden RI Sukarno saat berpidato di KAA Bandung (foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur Ben Mboi mengaku mendengar langsung betapa kagetnya beberapa orang Afrika ketika mendengar langsung lengsernya Presiden Sukarno akibat dijatuhkan oleh bangsanya sendiri lantaran dituduh bersimpati dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Kesaksiannya itu dituangkannya melalui tulisan yang berjudul Memoar Seorang Dokter, Prajurit, Pamong Praja dinukil dari historia.id, Minggu, 21 Juni 2020.

" Apa? Karena bersimpati pada komunis kamu singkirkan dia? Dia yang membawa kamu jadi merdeka, kamu singkirkan hanya karena dia bersimpati pada komunis? Astaga, kamu lebih pentingkan komunisme daripada kemerdekaan? Kamu tidak tahu terimakasih!," sindirnya.

Menurutnya, perkataan orang-orang Afrika itu berasal dari dokter-dokter dari Afrika dan Timur Tengah seperti Tanzania, Uganda, Kongo, Kamerun, Nigeria, Mesir, Irak, Iran, dan Kuwait ketika dia sama-sama mengambil gelar Master in Public Health di Belgia pada 1971.

“Supaya Anda tahu, kami orang Afrika merdeka oleh getaran yang digerakkan oleh Sukarno yang membangkitkan harga diri Afrika dan orang Afrika. Aneh, dia yang bawa kamu ke pintu gerbang kemerdekaan malah kamu singkirkan!," sindirnya kembali.

Untuk diketahui, semangat yang digerakkan oleh Sukarno kepada bangsa Afrika saat itu ketika berlangsungnya Konferensi Asia Afrika pada 1955.

Ketika itu bangsa-bangsa Asia dan Afrika, terutama yang belum merdeka memenuhi undangan Sukarno untuk menghadiri Konferensi di Bandung untuk menuntut kemerdekaannya.