Kerjasama Pemprov Riau, BRG dan Masyarakat Sukses Lakukan Restorasi Gambut

18 Januari 2019
Konferensi pers program restorasi gambut bersama BRG di Pekanbaru (foto: barkah/riau1.com)

Konferensi pers program restorasi gambut bersama BRG di Pekanbaru (foto: barkah/riau1.com)

RIAU1.COM - Peta indikatif restorasi gambut tahun 2016 menetapkan ada 814.714 hektar wilayah target restorasi gambut di Riau. Seluas 37.567 hektar berada di Kawasan Konservasi dan 69.779 hektar ada di kawasan hutan ataupun areal penggunaan lain yang tidak dibebani izin. Sementara itu 707.368 hektar atau 87 dari total areal target restorasi ada di wilayah konsesi kehutanan atau perkebunan.

Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasl dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut (BRG), Dr Myrna A Safitn menjelaskan, restorasi gambut di wilayah konsesi adalah tanggung jawab pemegang konsesi. Sebagian besar dari mereka telah mendapat perintah  pemulihan dari KLHK.

"Sesuai Perpres 1 tahun 2016, BRG berfungsi melakukan supervisi atau asistensi teknis agar perusahaan dapat menjalankan konstruksi, operasi dan pemeliharaan dengan benar," kata Myrna, Jumat (18/1/2019).

Pelaksanaan restorasi gambut di areal penggunaan lain, kawasan hutan produksi yang tidak dibebani  izin atau hutan lindung dijalankan oleh pemerintah daerah atau kemitraan dengan LSM. Pemerintah daerah menjalankan kegiatan restorasi melalui mekanisrne tugas pembantuan.

Sementara untuk  restorasi gambut di Kawasan Konservasi dilaksanakan oleh pemangku kawasan, melalui penugasan oleh Menteri LHK. Pemangku kawasan konservasi dapat bermitra dengan LSM untuk melaksanakan  tugas itu.

Sejak 2016, kegiatan restorasi gambut di Riau telah menjangkau 78.649 hektar areal terdampak. Dengan fasilitasi APBN pada 2017-2018, areal terdampak adalah 77.484 hektar. Sementara yang dilakukan oleh lembaga mitra sejak 2016 adalah 1.165 hektar.

Kegiatan dengan fasilitasi APBN yang dilakukan BRG, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan pemangku kawasan konservasi pada tahun 2018 berdampak pada 50.889 hektar. Pada tahun 2017 BRG melakukan bersama kelompok masyarakat pada 26.595 hektar.

"Dilihat dari capaian ini maka kegiatan restorasi telah dilakukan pada 73 persen dari areal target restorasi yang ada di Iuar wilayah konsesi di Riau yang luasnya 107.346 hektar," demikian ditambahkan Myrna Safitri.

Aktifitas Pembangunan Infrastruktur Pernbasahan Garffiut (PIPG) di Riau pada 2018  berlangsung di tujuh kabupaten/kota. Selama setahun terakhir ini dibangun 325 sumur bor dan 815 sekat  kanal. Selain itu ada revegetasi pada 120 hektar dan revitalisasi sosial ekonorni untuk 37 paket. Anggaran Tugas Pembantuan untuk Riau adalah Rp46 miliar dengan serapan anggaran pada akhir 2018 adalah Rp40 miliar.

Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah Riau, Ahmad Hijazi menambahkan, keberhasilan pelaksanaan PIPG menunjukkan kerjasama yang baik antara BRG dengan DLHK Riau dan Tim Restorasi Gambut Riau.

"Melalui tugas pembantuan, kerjasama ini berhasil melakukan hampir seluruh kegiatan. Restorasi gambut di Riau banyak melibatkan kelompok masyarakat," kata Hijazi.

Hijazi melanjutkan, kegiatan pelatihan dan paket untuk revitalisasi ekonomi yang diberikan BRG sangat bermanfaat menambah pengetahuan serta mendukung peningkatan penghasilan warga di sekitar lahan gambut.

"Kami diajarkan pertanian tanpa bakar, budidaya ikan dan ternak serta pengelolaan ekosistem gambut di sekitar kami dengan lebih baik lagi," kata Riyanto, salah seorang Perwakilan Kelompok Masyarakat (Pokmas) MPA Badar Sungai.