Senin, 01 Maret 2021

RIAU

Diduga Sibuk Bisnis Blok Rokan, LAM Riau Tak Tau SKB 3 Menteri

news24xx


Datuk Seri Syahril Abubakar Datuk Seri Syahril Abubakar

RIAU1.COM -Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau seolah tak mau ikut campur soal polemik Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terkait penggunaan seragam dan atribut di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Hari ini, Nambah 51 Pasien Covid-19 di Riau



www.jualbuy.com

Hal ini dapat dilihat langkah LAM yang saat ini tengah fokus Ingin mengelola 39 Persen blok Rokan pasca Pemerintah menyetujui kepemilikan lahan itu dari Pertamina.

Padahal beberapa provinsi seperti Sumbar secara tegas menolak SKB tersebut dan bahkan tokoh adat Sumbar akan menyiapkan 300 pengecara untuk menggugat SKB tersebut.

Datuk Seri Syahril Abubakar selaku Dewan Pengurus Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau saat dihubungi terkait SKB ini mengaku belum membaca SKB tersebut.

"Saya tak bace betul bunyi SKB itu,"katanya singkat. Selasa 23 Februari 2021.

Dari respon LAM Riau tersebut terlihat memang LAM tidak begitu menghiraukan akan SKB 3 Menteri tersebut. Padahal isi SKB tersebut sangat menyangkut dengan tradisi adat Melayu Riau dalam berpakaian.

Seperti diketahui tiga menteri yakni Mendikbud Nadiem Makarim, Mendagri Tito Karnavian, dan Menag Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) soal penggunaan seragam dan atribut di lingkungan sekolah. Ada sejumlah poin yang mengatur tentang pemakaian seragam.

Baca Juga: Mantap! Tahun Ini Inhil Dapat Jatah Replanting 200 Hektar untuk Tanaman Kelapa

Dalam salinan SKB 3 menteri ini disebutkan peserta didik, pendidik dan tenaga pendidikan di lingkungan sekolah berhak untuk memilih menggunakan pakaian seragam dan atribut tanpa kekhasan agama tertentu atau dengan kekhasan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan





loading...
Loading...