Magot Digadang-gadang jadi Komoditas Ekspor Unggulan dari Riau

26 September 2021
Ilustrasi

Ilustrasi

RIAU1.COM - Keberadaan PT. Bio Cycle Indo di Kota Pekanbaru merupakan langkah ekspansi industri agar lebih dekat dengan sumber pakan (limbah bungkil sawit -red) setelah mendapat investor asing dari perusahaan Belanda yang bergerak dibidang biological system agri dan livestock. 

Karantina Pertanian Pekanbaru sendiri selaku koordinator Gratieks di Provinsi Riau, mulai berikan fasilitasi sertifikasi ekspor larva lalat prajurit hitam (Black Soldier Fly/BSF) yang biasa disebut maggot sejak bulan Januari 2021. 

"Ini adalah tahun pertama Pekanbaru ekspor magot, hingga bulan September 2021, kami sudah fasilitasi 5 kali sertifikasi ekspor magot tujuan Inggris, Kanada, dan Taiwan, dengan total volume mencapai 2.858 kg," ujar Kepala Balai Karantina Pertanian Pekanbaru, Rina Delfi akhir pekan ini.

Meski saat ini, sambung dia, baru ada satu pelaku usaha eksportir maggot yang berskala industri, Rina berharap kedepannya akan muncul lebih banyak lagi eksportir muda lainnya dan menjadikan magot menjadi komoditas unggulan ekspor baru dari Pekanbaru.

"Kami akan bantu kawal dan fasilitasi siapa saja yang akan membawa komoditas pertanian Indonesia bersaing di pasar internasional," tuturnya.

"Kemarin kami pertemukan 12 orang perwakilan pelaku usaha agribisnis muda di Pekanbaru dengan Kepala Badan Karantina Pertanian, agar dapat melakukan dialog secara langsung dukungan apa yang bisa disinergiskan untuk meningkatkan volume dan peluang akses pasar ekspor baru," pungkasnya.*