Pantun Diakui Sebagai Warisan Dunia, Syamsuar Disebut Gubernur Pertama Beri Dukungan

18 Desember 2021
Ketua ATL Pusat, Pudentia

Ketua ATL Pusat, Pudentia

RIAU1.COM - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar menjadi Gubernur pertama di Indonesia yang membuka diri dan mendukung pantun sebagai warisan dunia.

Seperti itu disampaikan Ketua Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) Pusat, Pudentia MPPS
dalam acara Puncak Kenduri Pantun 2021 di Anjung Seni Idrus Tintin, Bandar Seni Raja Ali Haji Pekanbaru, Jumat (17/12) malam. 
 
"Gubernur Riau membuka diri yang pertama, jadi dukungan pertama datang dari Riau. Terima kasih pada Riau," kata dia. 

Pada saat ditetapkannya pantun sebagai warisan dunia hanya ada beberapa perwakilan yang hadir, termasuk Gubri. Akan tetapi, menurutnya, itulah momen penting yang menandai bagaimana satu tekad, satu cita-cita mulia untuk mengangkat marwah Melayu ke tingkat dunia.

"Ini akhirnya direstui dan Yang Maha Kuasa berkenan juga melancarkan semua jalan. Walaupun memang juga cukup panjang dan mendulang lagi dukungan dari Kepulauan Riau kemudian juga dari beberapa teman daerah lainnya," ujarnya.

Kemudian Pudentia MPPS melanjutkan, pada tiga tahun yang lalu sebelum ditetapkan pantun sebagai warisan dunia di tahun 2020. Pada tahun 2017, ATL menginisiasi untuk memasukkan pantun sebagai warisan dunia.

Namun, pada saat itu, sebutnya, banyak pihak yang belum yakin karena pantun hanya dinilai larik-larik empat baris pada sampiran dan ada isi. Namun ia kemudian mengadakan kajian akademik bersama teman-temannya dan mengatakan tidak ada pantun di daerah lain kecuali di Indonesia khususnya Melayu.

Namun ternyata, setelah beberapa lama pantun juga dinyatakan ada di Malaysia. Dijelaskan Pudentia MPPS, pihak Malaysia juga pada saat itu juga sangat terbuka dan beberapa kali datang ke Jakarta. Yang mana kemudian jadilah usulan nominasi join nomination Indonesia-Malaysia yang pertama sekaligus kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia yang pertama.

"Ini adalah join nomination Indonesia yang pertama dengan negara lain yaitu dengan Malaysia," sebut dia.*