PHR Raih Upstream Energy Transformation Award, Perkuat Digitalisasi Industri Migas

9 Oktober 2026
Transformasi digital adalah kunci PHR dalam menjawab tantangan industri hulu migas dan memastikan keberlanjutan energi bagi Indonesia. Foto: Istimewa.

Transformasi digital adalah kunci PHR dalam menjawab tantangan industri hulu migas dan memastikan keberlanjutan energi bagi Indonesia. Foto: Istimewa.

RIAU1.COM -PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meraih penghargaan Upstream Energy Transformation Award dalam ajang Dataiku Summit yang digelar di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya PHR mengimplementasikan transformasi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk meningkatkan efisiensi produksi serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Penghargaan tersebut diraih di tengah tantangan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) yang semakin kompleks. Penurunan produksi secara alamiah dari lapangan-lapangan tua (mature field) harus dihadapi bersamaan dengan meningkatnya kebutuhan energi.

Guna menjawab tantangan tersebut, PHR terus mengembangkan teknologi digital berbasis AI. Hal ini guna meningkatkan keandalan operasional, mengoptimalkan pengelolaan aset, serta mendukung keberlanjutan produksi migas.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah Digital Twin Pipeline, yakni teknologi yang mengintegrasikan data historis dan data waktu nyata (real-time) untuk memantau tekanan serta integritas jaringan pipa. Teknologi ini memungkinkan perusahaan mendeteksi berbagai anomali operasional, seperti penurunan tekanan yang tidak wajar, potensi kebocoran, hambatan aliran akibat penumpukan kerak (scaling) atau lilin parafin (wax deposition), hingga ketidakseimbangan operasi antar-fasilitas.

Selain itu, PHR menerapkan Predictive Maintenance pada peralatan berputar (rotating equipment) dan fasilitas produksi. Teknologi ini membantu mengidentifikasi pola kegagalan, memprediksi masa pakai peralatan, serta merekomendasikan waktu pemeliharaan yang tepat. Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mengurangi penghentian operasi yang tidak direncanakan (unplanned shutdown), meningkatkan ketersediaan peralatan, mengoptimalkan biaya pemeliharaan, dan memperpanjang usia aset.

Vice President Information Technology PHR Triatmojo, Jumat (9/10/2026), mengatakan, pemanfaatan teknologi digital dan AI merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional. PHR berkomitmen memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan guna mendukung ketahanan energi nasional.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas keberhasilan PHR dalam menerapkan transformasi digital dan AI untuk meningkatkan produksi, memperkuat ketahanan operasional, serta menjalankan transformasi teknologi dalam skala besar. Transformasi digital PHR tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi. Tetapi, transformasi ini juga diarahkan untuk membangun budaya kerja berbasis data dan mendorong inovasi di lingkungan perusahaan.

Dalam mendukung upaya tersebut, PHR memiliki Digital and Innovation Center (DICE), fasilitas pusat pemantauan yang mengintegrasikan berbagai data operasional melalui dasbor digital. Fasilitas ini memungkinkan pemantauan secara langsung terhadap sejumlah aktivitas, mulai dari pengeboran, pengangkatan minyak (lifting), inventarisasi aset, hingga operasional produksi.

"Pemanfaatan teknologi digital ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan ribuan sumur minyak dan gas di wilayah kerja PHR. Melalui integrasi data dan pemantauan secara langsung, perusahaan berupaya meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keselamatan operasional," ujar Triatmojo.

Dataiku Summit mengangkat tema transformasi AI di tingkat perusahaan melalui kombinasi sumber daya manusia, orkestrasi, dan tata kelola untuk menghasilkan dampak bisnis yang terukur. Ajang tersebut menghadirkan berbagai studi kasus penerapan AI lintas industri, termasuk penggunaan AI Agents, tata kelola kecerdasan buatan, serta strategi meningkatkan tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI) dari pemanfaatan teknologi.