Kunjungan kerja jajaran Direktorat Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pergantian di Rokan Hilir
RIAU1.COM - Wakil Bupati (Wabup) Rokan Hilir (Wabup) Jhony Charles, menerima kunjungan kerja jajaran Direktorat Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian RI di kediaman dinasnya pada Senin (09/03/2026).
Pertemuan strategis ini difokuskan pada pemetaan potensi serta pencarian solusi atas berbagai kendala sektor pertanian di wilayah berjuluk Negeri Seribu Kubah tersebut.
Dalam menyambut rombongan pusat, Wakil Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Rokan Hilir, Cicik Mawardi.
Sementara itu, pihak Kementerian Pertanian diwakili oleh Direktur Buah dan Florikultura, Dr. Fausiah T. Ladja, SP., M.Si., yang juga menjabat sebagai Penanggung Jawab (Pj) Swasembada Pangan Provinsi Riau dan Rombongan Jhony Charles menyampaikan bahwa diskusi ini merupakan langkah krusial untuk menarik perhatian Pemerintah Pusat terhadap sektor agraris di daerah.
Ia menegaskan komitmennya untuk segera merampungkan pendataan menyeluruh terkait kondisi lapangan.
“Kami akan menyiapkan data komprehensif mengenai potensi lahan serta permasalahan konkret yang dihadapi petani di Kabupaten Rokan Hilir. Data ini menjadi dasar penting agar bantuan dan program dari pusat tepat sasaran,” ujar Wabup Jhony Charles.
Lebih lanjut, ia berharap sinergi ini dapat membuka gerbang bantuan yang lebih besar dari Kementerian Pertanian, baik berupa infrastruktur, bibit, maupun teknologi pertanian. Hal ini selaras dengan target pemerintah daerah untuk mendongkrak produktivitas gabah dan komoditas unggulan lainnya.
"Target kita jelas, ke depannya Rokan Hilir harus mendapatkan porsi bantuan yang lebih banyak dari Pemerintah Pusat. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, kita optimis produktivitas pertanian Rohil akan meningkat signifikan dan mampu menyejahterakan petani,” tambahnya.
Sementara itu, kunjungan ini juga menjadi ajang diskusi mengenai optimalisasi lahan persawahan yang ada agar tidak hanya bergantung pada musim, namun bisa berkelanjutan melalui sistem irigasi dan manajemen lahan yang lebih modern.*