Selasa, 28 Januari 2020

ROKAN-HULU

Memprihatinkan, Begini Kondisi SDN 006 Di Negeri Seribu Suluk Rokan Hulu

news24xx


Siswa belajar di SD 006 Kecamatan Kepenuhan, Desa Ulak Patian, Kabupaten Rokan Hulu, Riau (Foto: Istimewa) Siswa belajar di SD 006 Kecamatan Kepenuhan, Desa Ulak Patian, Kabupaten Rokan Hulu, Riau (Foto: Istimewa)

RIAU1.COM - 'Kondisi ruang belajar kami rusak dan tak layak lagi'. Sikap menyayat hati ini diutarakan langsung oleh kepala sekolah SDN 006 Kecamatan Kepenuhan, Desa Ulak Patian, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Andimarianto melalui sambungan telepon, Rabu, 2 Oktober 2019.

Padahal sekolah ini merupakan SD satu-satunya yang diperuntukkan bagi 350 Kepala Keluarga (KK). Sisanya telah berdiri Paud, TK dan SMP di desa.
Baca Juga: Sungai Batang Lubuh Meluap, 674 Rumah di Rohul Dilanda Banjir Hingga 1,5 meter

www.jualbuy.com
Alhasil puluhan siswa dari total 200an murid di SD ini menuntut ilmu dengan kondisi ala kadarnya.

Seperti harus iklas menerima terjangan banjir akibat luapan Sungai Rokan Kanan, atap yang rusak, jendela hancur, beralaskan tanah dan lebih parah lagi siswa-siswanya duduk dibawah kursi darurat.

"Untuk kursi, siswa kami duduk dengan kursi swadaya saja. Kursinya kami yang bikin sendiri," imbuhnya.

Malangnya, bagian ruang belajar yang dalam kondisi rusak parah dihuni oleh siswa dengan tingkatan 1, 2, 3 dan 4. Untuk 5 dan 6 beruntung menempati ruang belajar yang cukup layak.

Tiap ruangan baik yang rusak parah dan tidak di isi sebanyak 27 sampai 35 orang siswa," kalau ada 40 orang biasanya kami bagi dua. Gak sanggup ngajar sebanyak itu," keluhnya.
Baca Juga: Terjepret Kamera, Bupati di Riau Bawa Benda Mirip Senjata Api di Pinggang saat Hadiri Acara

Iklan Riau1
Dia berharap pemerintah pusat dan perusahaan swasta berskala besar yang juga bermukim tak jauh dari sekolah mau mengulurkan bantuan demi meremajakan kembali sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1970an tersebut.

"Harapan kami pemprov dan perusahaan agar peduli. Mungkin karena sekolah ini berada di desa sulit dan terpencil makanya kami seperti ini," keluhnya.





Loading...