Alasan Jalur Kereta Api Teluk Bayur - Sawahlunto 'Bikinan' Belanda Tak Lewati Soebangpas

24 Agustus 2020
Ilustrasi (foto: Istimewa/internet)

Ilustrasi (foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Semua sudah mengetahui jika di era Belanda tempo dulu, pernah membangun jalur kereta api dengan rute yang rumit dari Sawahlunto menuju Teluk Bayur, Sumatera Barat.

Kenapa tidak membuat jalur yang lebih singkat yaitu dari Solok, Teluk Bayur, atau jalur Solok - Padang (Soebangpas) yang relatif lebih dekat?.

Alasannya karena jalur Soebangpas memiliki ketinggian yang cukup jauh antara ketinggian puncak jika dibandingkan dengan Padang Panjang dinukil dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, Senin, 24 Agustus 2020.

Sehingga berdasarkan kemampuan laju kereta api saat itu, jalur melintasi Padang Panjang adalah pilhan yang paling tepat.

Bukan hanya perihal kemampuan kereta api untuk menanjak, tapi perbandingan biaya juga menjadi faktor utama dalam membangun jalur kereta api melintasi Soebangpas.

Itu alasannya kenapa kereta api buatan Belanda saat itu tidak melewati Jalur Solok-Padang meskipun relatif lebih dekat.

Jalur kereta api sengaja dibangun untuk mengangkut pasokan batu bara yang melimpah dari Sawahlunto menuju Emmahaven atau sekarang disebut Teluk Bayur.

Dalam membuka jalur, para tahana pribumi dimanfaatkan untuk membuka hutan-hutan perawan, melintasi sungai, lembah, bukit agar impian ini terwujud.