Minggu, 19 September 2021

BENGKALIS

Jalan Sukamaju Desa Penampi Miring Akibat Gerusan Air Anak Sungai

news24xx


Jalan Sukamaju Desa Penampi Miring Akibat Gerusan Air Anak Sungai Jalan Sukamaju Desa Penampi Miring Akibat Gerusan Air Anak Sungai

RIAU1.COM -Penyebab gerusan air mengalir dari anak sungai dikawasan perkebunan berada di Jalan Sukamaju Desa Penampi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, mengakibatkan sekitar 50 meter badan jalan yang sudah di semenisasi amblas dan sangat membahayakan pengguna jalan. 

Untuk saat ini, badan jalan hanya bisa dilalui kendaraan sepeda motor. Tidak hanya badan jalan pemukiman sekitar 150 kepala keluarga di wilayah tersebut, terancam, tingginya permukaan air akibat curah hujan juga mengakibatkan perkebunan nanas sekitar ratusan hektar milik warga berada di sepanjang dua kilometer (KM) mengarah ke Jalan Sekda turut terendam banjir, menutup akses jalan karena sangat sulit untuk dilalui.

Aku at kondisi itu, masyarakat setempat meminta agar Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk segera membangunkan saluran air di wilayah perkebunan yang menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat setempat.

Baca Juga: Bawa Sabu Siap Edar, Anton Harus Menginap Di Balik Jeruji Besi Polres Bengkalis



MH02 | Bea dan Cukai

www.jualbuy.com
Salah seorang Penggiat Perkebunan di Desa Penampi, Amirudin (41) mengatakan aspirasi dan keluhannya ke Anggota DPRD Bengkalis Askori disela-sela meninjau langsung badan jalan nyaris amblas dan perkebunan rawan terendam banjir, Minggu 25 Juli 2021 petang kemarin.

"Karena aliran air di atas tidak terkelola dengan baik jadi air mengalir hanya di satu arah, sehingga deras dan mengakibatkan kondisi badan Jalan Sukamaju ini terancam amblas puluhan meter. Sedangkan Air dari darat tidak terserap lagi jadi seperti itu, kalau hujan lebat kebun-kebun nenas terendam dan jalan sangat sulit untuk dilalui,"kata Amirudin ketika didampingi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Khairudin, Ketua BUMDes Syamrizal, dan Ketua RT 03/RW 02 Dusun Makmur, Suhanto.

Katanya, kawasan pemukiman dan juga perkebunan itu berada di struktur lahan gambut.

"Oleh karena itu, kami sangat berharap pemerintah memandang hal ini. Jalan dan saluran airnya hanya mengalir di satu arah. Kedepan kalau bisa digali dan arah alirannya menjadi terbagi-bagi jadi masalah ini teratasi,"ucapnya lagi.


Baca Juga: Jadi Kurir Sabu, Ules Diringkus Satres Narkoba Bengkalis Saat akan Transaksi


Adanya keluhan masyarakat tersebut, Anggota DPRD Bengkalis dari komisi II Askori menyebutkan, akan menyampaikan persoalan ini ke Bupati Bengkalis Kasmarni agar segera ditindaklanjuti.

Prinsipnya persoalan pembangunan insfrastruktur akan di komunikasikan dengan kepala daerah yang memiliki kewenangan agar fasilitas di perkebunan diperhatikan.

"Badan jalan di pemukiman hampir runtuh akibat gerusan air itu dan sangat membahayakan, namun belum sepenuhnya diperhatikan. Apalagi  air yang tidak mengalir merusak jalan dan sangat sulit dilalui bahkan bisa-bisa buah dibiarkan busuk di tempat padahal daerah ini tidak jauh dari Kota Bengkalis," ujarnya.


Askori juga merasa prihatin dengan kondisi yang dilihatnya langsung itu, karena masih ada insfratruktur yang tertinggal. Bahkan sempat menyaksikan ibu-ibu sedang kepayahan melintasi jalan karena rusak.

"Saya sebagai anggota DPRD sangat prihatin dengan insfratruktur yang masih ada tertinggal ini dan mengharapkan Bupati Bengkalis segera dapat menganggarkannya,"ungkapnya lagi.

"Kita juga mencapai lokasi tadi jalan kaki hampir tiga kilometer karena sulitnya di tempuh dengan kendaraan, jadi begini yang dirasakan oleh masyarakat di sini dan ada ratusan hektar perkebunan, baik tumpang sari maupun tidak dan hasilnya kelihatan bagus,"ucapnya

Saat disana, Askori tidak hanya meninjau lokasi jalan akses perkebunan yang amblas akibat gerusan air, ia juga meninjau lokasi Jalan Putra Nelayan Desa Penampi. Berada persis di samping Kantor Desa, badan jalan hampir sepanjang 100 meter sebagai akses nelayan setempat juga amblas dan miring ke arah anak sungai. 


"Badan jalan seperti tebing itu, sudah tidak dapat dilalui dengan kendaraan bahkan ada yang memaksa melewati namun kerap dilaporkan terjatuh,"ucap warga setempat. (hari)
 





loading...
Loading...