9 Kesalahan Umum Saat Berjualan Online yang Paling Sering Ditemukan

9 Kesalahan Umum Saat Berjualan Online yang Paling Sering Ditemukan

19 November 2022
Ilustrasi

Ilustrasi

RIAU1.COM - Kemudahan mengakses marketplace membuat orang tertarik untuk jualan online. Efisiensi dan kemudahan membuat siapapun tertarik terjun, serta dapat dilakukan setelah jam kerja.

Keberhasilan Anda jualan online tidak bisa lepas dari berbagai faktor. Diantaranya dengan menghindari kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pemilik toko online. Menjual barang namun lupa mencantumkan harga serta deskripsi.

Terlalu fokus pada promosi dan profit pun dapat menggagalkan usaha Anda. Pasalnya promosi terasa percuma kalau masih melakukan berbagai kesalahan yang sering terjadi.

Sejatinya, Anda masih berpeluang untuk sukses sebagai penjual online selama tahu caranya. Berikut ini merupakan kesalahan umum saat berjualan online.

1. Ketidaklengkapan informasi barang yang dijual

Informasi produk jadi salah satu daya tarik konsumen untuk membeli produk Anda. Apabila Anda mengabaikan ini, konsumen dapat berpaling ke penjual lain. Perhatikan kembali saat pengisian deskripsi barang.

Salah satu contoh yang sering terjadi ketika penjual baju tidak mencantumkan detail ukuran dan spesifikasi lainnya. Umumnya, orang akan membeli baju yang sesuai dengan ukurannya.

Masalah lain saat jualan online adalah tidak ada harga produk. Untuk usaha tertentu, menghilangkan harga adalah salah satu strategi marketing. Tetapi, tidak semua barang dapat menerapkan strategi yang sama.

Oleh sebab itu perhatikan kembali sata mencantumkan deskripsi pada dagangan Anda. Jelaskan secara singkat, padat, jelas, sederhana, dan mudah dipahami konsumen. Sehingga orang tertarik untuk membeli produk Anda.

2. Belum menentukan siapa calon konsumen

Setiap ecommerce pasti memiliki target pasarnya sendiri, terutama jika Anda jualan online melalui Blibli. Hal ini bertujuan dapat mengoptimalkan jualan Anda serta tahu cara menawarkan produk kepada konsumen.

3. Tidak update stok produk

Masalah lain yang sering terjadi adalah lupa menginformasikan sisa stok barang. Pengawasan ini perlu Anda lakukan secara berkala. JIka tidak, konsumen akan mengalami misinformasi.

Konsumen melihat toko online Anda mencantumkan stok barang masih ada, namun ketika dikonfirmasi ternyata barangnya sudah habis. Tentu saja dapat mengganggu proses transaksi dan kenyamanan konsumen.

Saat ini sudah banyak marketplace yang dapat update stok barang secara otomatis. Anda dapat menggunakannya dengan mudah.

4. Respon ke pelanggan tidak cepat

Walaupun pelayanan dilakukan secara virtual, namun tetaplah penting dilakukan ketika berurusan dengan berjualan online.

Slow respond seringkali menjadi masalah konsumen ketika mengunjungi toko online. Ketika Anda terlalu lama menanggapi respon maka pelanggan akan berpaling ke tempat lain.

Mudahkan pelanggan Anda untuk menghubungi dan menanyakan berbagai hal terkait produk yang dijual. Tanggapi respon dengan cepat. Sebisa mungkin mudahkan masalah pelanggan dengan memberikan berbagai opsi pilihan.

5. Sistem pemesanan barang panjang dan rumit

Loading...

Konsumen banyak yang mengeluh toko online memiliki sistem pemesanan yang rumit. Tanpa disadari, ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi jika mau membeli barang secara online.

Buatlah cara pemesanan sampai informasi pembayaran dengan bahasa sederhana sesuai dengan konsumen Anda. Apabila memakai voucher atau diskon, informasikan cara mudah klaim.

Konsumen saat ini butuh informasi serba sat set sat set. Oleh karena itu, Anda perlu memberikan pelayanan optimal dengan tidak membiarkan chat terlalu lama dibalas. Usahakan menanggapi respon paling lambat 2 jam dari pesan masuk.

6. Deskripsi dan gambar produk kurang lengkap

Deskripsi dan gambar produk adalah cara mudah pelanggan untuk menjangkau toko online Anda. Pasang gambar produk dari berbagai sudut. Tampilkan informasi tambahan kalau tersedia warna berbeda.

Deskripsi produk tidak kalah penting untuk gambar produk Anda. Sertakan cara penggunaan, bahan, garansi, serta kandungan nutrisi kalau Anda menjual makanan. Kelengkapan deskripsi produk dapat menghindari tingginya ekspektasi pelanggan.

7. Tidak menyediakan informasi tambahan

Konsekuensi dari jualan online adalah Anda akan mendapatkan pertanyaan-[pertanyaan baru dari konsumen. Oleh karena itu, Anda perlu memperbanyak informasi seputar produk dan kelengkapan.

Jasa ekspedisi tidak dapat dipisahkan dari jualan online, terutama saat pengiriman barang ke luar kota. Sementara pihak toko tidak menyertakan informasi jasa ekspedisi yang digunakan. Bahkan cenderung memaksa memakai jasa kirim yang digunakan.

8. Kurang mengoptimalkan media sosial

Jualan online Anda semakin optimal apabila mampu memanfaatkan media sosial. Penggunaan media sosial yang tepat dapat menaikan jumlah penjualan produk dan membangun kesadaran masyarakat.

Gunakan Facebook, Instagram, sampai TikTok untuk menjadi penghubung pelanggan dengan toko Anda. Buatkan konten tentang informasi produk, harga, promo, dan lainnya untuk mengundang massa.

Konsistensi dalam membuat konten membuat Anda mudah dicari orang. Dengan begitu, konversi penjualan semakin tinggi.

9. Ingin lebih banyak cuan namun sedikit modal

Hampir semua orang ingin mendapatkan keuntungan banyak dengan model sesedikit mungkin. Sayangnya ini merupakan kesalahan umum yang sering dilakukan dalam jualan online. Sebab, pola pikir ini tidak bisa diterapkan pada semua jenis usaha.

Pola pikir ini akan menjadi bumerang kalau diterapkan ketika Anda baru memulai jualan online. Anda harus paham kalau ada biaya pemasaran yang harus dikeluarkan untuk menawarkan produk. Memasang iklan hanyalah salah satunya.

Semoga Anda terhindari kesalahan-kesalahan ini saat berjualan online ini.